Nasib PMI (57): Tarmi Engkas Pulang Ke Kampung Halamannya Di Karawang

838

dutapublik.com, KARAWANG – Diberangkatkan secara unprosedural, Pekeja Migran Indonesia (PMI) yang direkrut oleh sponsor bernama Ma Eros atau Ma Igun, yaitu Tarmi Engkas warga Desa Gombongsari Kecamatan Tempuran Kabupaten Karawang, Jawa Barat, akhirnya bisa menghirup udara kampung halamannya, pada Sabtu (6/8).

Diketahui, Tarmi diberangkatkan menjadi PMI unprosedural ke negara Timur Tengah menjadi asisten rumah tangga, diberangkatkan pada Desember 2021 lalu. Namun, di tengah perjuangannya mengais rupiah di negara Timur Tengah, Tarmi harus mengalami sakit pembengkakan kelenjar getah bening di bagian lehernya.

Bukan itu saja, akibat beban pekerjaan yang berat di salah satu rumah majikan di negara Timur Tengah, jari manis sebelah kanan Tarmi mengalami kaku sehingga tidak bisa refleks dikembalikan ke posisi normal.

Hal itu terungkap, ketika suami Tarmi bernama Taryan mengadukan nasib yang menimpa istrinya ke posko pengaduan PMI dutapublik.

Keterangan Gambar 2: Pimprus Dan Pimred Media dutapublik.com Bersama Kapten Pas Agung Damar

“Tolong bantu Pak, biar istri saya bisa pulang ke Indonesia dan sakitnya biar sembuh seperti dulu sebelum berangkat. Saya sudah minta tolong ke sponsornya, yaitu Ma Igun, tapi dia nggak respon dan dia malah menghina saya dengan mengatakan bahwa saya orang ecek-ecek bisa apa,” kata Taryan kepada media dutapublik.com belum lama ini.

Perjuangan posko pengaduan PMI dutapublik yang dibantu oleh pihak terkait, akhirnya berhasil memulangkan Tarmi ke Indonesia. Pada saat penjemputan kepulangan Tarmi di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, tim dutapublik didampingi oleh Kapten Pas Agung Damar, selaku Kasi Ops Satgas Udara Bandara Soetta.

Sesampainya di kampung halaman, Tarmi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dirinya pulang.

“Terima kasih banyak tim dutapublik yang sudah bersedia membantu saya pulang dan terima kasih juga kepada tim satgas udara Bandara Soetta yang sudah menyambut kepulangan saya sewaktu di Bandara. Saya minta perhatian dan rasa kemanusiaan Ma Igun untuk membantu pengobatan atas penyakit yang sekarang saya derita. Saya ingin sembuh seperti sebelum saya berangkat ke Timur Tengah,” tuturnya dengan nada lirih. (N. Wirasasmita)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *