Ngaku Anggota TNI Mantan Ajudan Presiden SBY, Ternyata Diduga Hanya Seorang Penipu

255

dutapublik.com, BEKASI – Modus seseorang untuk menjalankan aksi kejahatan penipuan bisa dengan berbagai cara. Salah satunya yang dilakukan oleh seorang pria yang mengaku bernama, Syaeful.

Syaeful, juga mengaku sebagai anggota TNI yang dahulu pernah dinas sebagai ajudan mantan Presiden SBY. Namun, semua pengakuan, Syaeful, ternyata diduga hanya omongan kosong belaka.

Hal itu yang diungkapkan oleh salah satu korban dari dugaan aksi penipuan yang dilakukan Syaeful, sebut saja Bule, warga Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kepada media dutapublik.com

“Saya kenal orang yang ngaku Syaeful itu dari temen saya bernama Budi. Budi, saat itu datang bersama Syaeful, ke kediaman saya dengan maksud mencari kandidat yang mau bekerja di salah satu perusahaan industri. Syaeful, waktu itu mengaku sebagai Chief Security-nya, mengaku sebagai anggota TNI, dan juga mengaku sebagai mantan ajudan mantan Presiden SBY. Tapi, saya sempat heran ketika, Syaeful, beberapa kali bertamu tidak pernah menggunakan seragam kedinasan TNI,” ungkapnya, pada Sabtu (11/5/2024).

Dijelaskan, Bule, ternyata semua itu hanyalah modus Syaeful, dalam melancarkan dugaan aksi kejahatan penipuannya.

“Nyatanya, Budi, juga diduga telah jadi korban modus penipuan dari Syaeful. Karena, kata, Budi, dirinya sudah menyerahkan dua kandidat karyawan yang dipercayakan kepada Syaeful, beserta sejumlah uang pelicin. Namun, hingga saat ini, kedua kandidat itu tak kunjung bekerja di perusahaan industri yang dijanjikan, Syaeful,” jelasnya.

Ditambahkan, Bule, bahwa Syaeful, pun telah menipu dirinya dengan modus menawarkan bahan bangunan berupa Asbes.

“Uang saya dibawa kabur oleh Syaeful. Awalnya, Syaeful, menawarkan sejumlah Asbes. Setelah harga disepakati, uang pun saya serahkan kepada Syaeful. Namun, hingga saat ini, Asbes yang Syaeful, janjikan tak kunjung dikirimkan. Malahan nomor WhatsApp saya pun diblokir oleh Syaeful,” imbuhnya.

Bule, berharap, agar Syaeful, mempunyai itikad baik untuk mengembalikan uang kesepakatan jual beli Asbes.

“Syaeful, ngaku orang Serang-Cibarusah, Bekasi. Saya berharap itikad baik dari Syaeful, untuk datang menghadap saya dan kembalikan uang saya. Jika tidak ada itikad baiknya, saya akan mengerahkan kenalan saya untuk mencari Syaeful sampai ketemu,” tuturnya.

Syaeful, saat dikonfirmasi oleh media dutapublik.com melalui pesan WhatsApp di nomor 0881-0117-38012, tidak memberikan respon dan malah memblokir nomor wartawan media dutapublik.com. (Nendi Wirasasmita)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *