dutapublik.com, JEPARA – Kamis (30/12), aneh-aneh saja di Jepara, belum usai viralnya oknum yang ngaku wartawan serta pimpinan redaksi minta maaf terkait pemberitaan tokoh agama, kini ada lagi oknum yang ngaku wartawan baru kemarin menonjolkan jaringan bisnisnya seperti ekonom papan atas. Kok bisa seperti apa siih?
Pupuk bersubsidi sangat sulit didapat oleh kaum petani di Jepara Jawa tengah. Kesulitan petani di Bumi Kartini itu, justru dimanfaatkan oleh oknum yang mengaku ngaku wartawan baru beberapa bulan.
Anehnya oknum yang berprofesi asli tukang iris kaca itu tidak tahu tentang tulisan jurnalistik. Hanya saja oknum yang ngaku-ngaku Wartawan itu, hanya bisa copy paste dan plagiat berita Wartawan lain. Bahkan saking hebatnya teman-teman Wartawan lain memberi stempel koar-koar bicara bak seorang pakar Ekonom.
Namun sayang sekali, profesi mulia pers itu, hanya dijadikan sebagai beking gagah gagahan saja. Contoh saja Sajam (60) sebagai korbannya yang mengaku kena tipu puluhan juta adalah asli warga Desa Kancilan Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara. Dirinya dirugikan oleh oknum wartawan EH asal Desa Tegalsambi Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara.
Menurut Sajam, dirinya pernah diimingi-imingi serta janji manis soal pupuk dengan harga murah. Mirisnya lagi pupuk yang dijanjikan oleh oknum wartawan jadi jadian itu pupuk yang dijanjikannya lebih baik kualitasnya dibanding pupuk bersubsidi.
Peristiwa itu berawal, saat warga RT. 5 RW. 7 Desa Kancilan itu berkunjung di kediaman adiknya yang juga sebagai Kepala Desa Kecapi, sekira tanggal 14 November 2021 pas kebetulan juga Sajam bertemu dengan oknum EH yang sama-sama berkunjung di rumah Sukambali Desa Kecapi Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara, Jawa tengah dengan maksud berbisnis pupuk.
Dari pertemuan itu, oknum warga Tegalsambi membuai janji manisnya tentang pupuk yang kualitasnya lebih bagus dibanding dengan kualitas pupuk bersubsidi dari pemerintah.
Selanjutnya, oknum yang ngaku Wartawan beberapa bulan berhasil tawar menawar pupuk dengan merk PHOSKA kepada Sajam. Adapun warga Kancilan itu mengiyakan rayuan gombal oknum wartawan jadi jadian yang terus mendesak Sajam agar serius membeli Pupuknya.
Beberapa hari kemudian setelah didesak via telpon selular serta WA oleh Sajam dan Masruri, oknum yang berprofesi tukang finising itu bergegas mengirimkan pupuk PHOSKA di rumahnya Sajam Desa Kancilan.
“Iya benar awalnya saya ditawari oleh Eko Hariyanto saat berkunjung di rumahnya petinggi Kecapi yang juga adik saya. Setelah itu saya pun menyanggupi serius ingin membeli pupuknya,” ujar Sajam saat ditanyai awak media ini.
Menurut Sajam dan Masruri (59) yang juga warga Desa Kancilan itu mendesak oknum EH, agar janjinya ditepati mengirimi pupuk berkualitas bagus. Tepatnya tanggal 16 November 2021, tukang iris kaca itu mengirimkan Mobil truk bermuatan pupuk non subsidi ke Desa Kancilan seberat 9 ton, akan tetapi menurut Masruri ada hal yang ganjil menurut dirinya sebab, pupuk yang kirim itu dikira bermerk PHONSKA bukan PHOSKA.
“Sebelum pupuk diturunkan saya itu meragukan. Kok bukan pupuk yang namanya PHONSKA tetapi kok malah PHOSKA,” tandas Masruri penuh penasaran.
Menurut Merbot Mesjid Desa Kancilan, itu pupuk yang dipesan tidak sesuai harapan petani. Meski dirinya sudah mencoba 1/5 ton untuk memupuk tanamannya, justru tidak ada reaksi apa apa suburpun tidak sama sekali.
“Yang lebih janggal itu, saya praktekkan 1/5 ton untuk memupuk tanaman, justru tidak ada reaksi apa apa,tambah suburpun tidak sama sekali,” keluh Sajam penuh kecewa.
Kedua warga Desa Kancilan itu melanjutkan kekesalannya justru menuduh teman dari Eko Haryanto yang bernama Nur Hendratmo alias Dodi berbohong kepadanya. Sebabnya adalah warga Desa Bandengan itu berusaha membantu mengurangi beban dari Sajam dan Masruri yang mengaku merasa tertipu dua oknum pakar ekonom di Jepara.
“Saya menghubungi Dodi saja dijanji, pupuk akan diambil lagi 1 sampai 2 ton yang penting jenengan jangan sampai rugi ya pak,” ujar Sajam menirukan ucapan janji palsu Dodi. (Ysn)





