dutapublik.com, TANGGAMUS – Sempat heboh dalam pemberitaan di beberapa media online, aparatur Pekon Penanggungan, Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung menjual beras bantuan pemerintah ke salah satu kerabatnya di Kecamatan Wonosobo beberapa hari lalu.
Dengan santernya pemberitaan tersebut dan juga menimbulkan banyak spekulasi negatif dari masyarakat setempat, pada Senin 12 Febuari 2024 sekitar pukul 08: 46 WIB beras bantuan tersebut dikembalikan ke balai Pekon Penanggungan dengan menggunakan mobil.
Menurut salah satu warga setempat yang meminta namanya untuk disembunyikan mengatakan beras bantuan itu dijual oleh salah satu aparatur Pekon dengan alasan yang tak masuk akal. “Masa iya sih harus menjual beras batuan pemerintah kalau hanya untuk memperbaiki HP Kadus, kan masih banyak cara lain tidak harus menjual beras bantuan kan lucu,” ujar warga.
“Dan juga kalau aparatur Pekon mau mencari alasan ya cari alasan yang logis geh jangan pakai alasan konyol seperti itu, kan heboh, setelah heboh , beras yang sudah dijual ditarik lagi, yang jadi pertanyaan apa ia mau ditarik lagi beras tersebut kalau gak ketahuan, kalau seperti ini udah dua kali malu nya, malu karena ketahuan dan malu nya lagi beras sudah dijual diambil kembali , yang lebih malu nya lagi beritanya sudah nyebar kemana mana, bukan hanya pemerintah Pekon saja. Yang malu masyarakat Penanggungan juga ikut merasa malu,” bebernya pada Senin (12/2/2024).
Masih kata warga, ia sendiri sangat heran dengan kejadian ini, kenapa bisa sebagai aparatur Pekon mempunyai pola pikir seperti ini alasan yang sama sekali tidak masuk akal. “Lain kali kalau ngasih alasan yang masuk akal dikit dan juga beras bantuan memang tidak boleh diperjualbelikan, karena tujuan pemerintah memberikan batuan itu untuk membatu masyarakat desa.”
“Yang jelas saya sebagai warga Pekon Penanggungan merasa malu, kalau alasan yang disampaikan masuk akal sih mungkin tak seberapa malunya, tapi ini hanya untuk servis hp salah satu Kadus dan juga beras tersebut dijual di salah satu warga Pekon di kecamatan Wonosobo,” pungkasnya. (Sarip)






