Oknum Wartawan Tak Kunjung Datang Meminta Maaf, Tokoh Masyarakat Desa Pulojaya: Kita Kasih Waktu 3×24 Jam

549

dutapublik.com, KARAWANG – Dianggap belum adanya itikad baik dari oknum wartawan, inisal B, yang dianggap menuding dan memfitnah Pemdes Pulojaya Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dengan diberitakan terkait pekerjaan TPT yang bukan pekerjaan dari Pemdes Pulojaya, masyarakat Desa Pulojaya, jadi tambah geram.

Pasalnya, dari terbitnya berita oleh B, pada Senin (10/4) hingga Rabu (12/4), B, dianggap cuek bebek dengan tidak melakukan permohonan maaf sebagaimana yang dituntut oleh Pemdes dan masyarakat Desa Pulojaya.

Hal itu disesalkan oleh beberapa tokoh masyarakat Desa Pulojaya. Salah satunya, yaitu A (54), menyampaikan kepada media dutapublik.com, bahwa dirinya menunggu itikad baik dari B, hingga saat ini.

“Kita hanya meminta kepada B, agar datang menghadap ke masyarakat di sini, untuk meminta maaf atas tindakan yang telah dilakukannya. Bagaimanapun juga, Pemdes Pulojaya merasa difitnah dengan berita yang ditulis dan diterbitkan oleh B,” ujarnya, saat diwawancarai pada Rabu (12/4) sore hari.

Walaupun beritanya telah dihapus, lanjut A, namun, berita tersebut sempat beredar luas di masyarakat.

“Berita itu kan sempat beredar jadi konsumsi publik. Dengan dihapusnya berita itu oleh B, bukan berarti masalah fitnah ini selesai. Karena B sendiri hingga saat ini belum melakukan permintaan maaf ke kami selaku masyarakat Desa Pulojaya. Kalo B, sudah datang ke kami dan meminta maaf secara resmi dan langsung, baru masalah bisa dikatakan selesai,” tuturnya.

A, menegaskan, bahwa dirinya atas nama masyarakat Desa Pulojaya, bukan ingin memperpanjang masalah tersebut. Namun, hanya menunggu itikad baik B.

“Sampai sekarang, kan itu si B, gak ada itikad baiknya untuk meminta maaf kepada masyarakat Desa Pulojaya. Dari sekarang kami tunggu 3×24 jam. B, saya imbau untuk datang meminta maaf secara resmi kepada Pemdes dan masyarakat Desa Pulojaya. Apa susahnya sih datang meminta maaf!,” tegasnya.

Di tempat yang sama, W (53), yang juga merupakan tokoh masyarakat Desa Pulojaya, mengimbau kepada B, untuk beritikad baik segera meminta maaf kepada masyarakat Desa Pulojaya.

“Agar masalah ini tidak berlarut larut, saya harapkan, B, segera meminta maaf kepada masyarakat Desa Pulojaya, dengan datang langsung. Jangan mengganggap masyarakat Desa Pulojaya itu bodoh loh! Justru, atas nama masyarakat Desa Pulojaya, saya sangat mengapresiasi, jika B, secara jantan datang dan meminta maaf kepada kami,” imbaunya.

Ditambahkan W, dirinya hanya sekedar mengingatkan B, untuk beritikad baik meminta maaf.

“Kami sudah menyampaikan imbauan, adapun, B, tidak mau meminta maaf kepada kami, ya, itu silahkan saja. Tapi, walaupun kami ini orang kampung, kami tidak buta hukum,” tandasnya. (N. Wirasasmita)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *