dutapublik.com, MINAHASA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sulawesi Utara menargetkan 50 persen suara dalam pemilihan legislatif Minahasa tahun 2024 mendatang, agar bisa mengusung calon bupati sendiri tanpa koalisi dengan partai lain.
Hal itu disampaikan langsung Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDI-P Sulut, Olly Dondikambey, SE., saat mengahadiri sekaligus membuka rapat kerja cabang (Rakercab) di Gedung Wale Ne Tou, Tondano, Minahasa, Selasa (10/10).
“Jika pada memilihan legislatif sebelumnya PDIP Minahasa meraih 42 persen. Pada 2024 kita harus menang 50 persen. Dengan begitu, kita bisa mengusung calon bupati sendiri tanpa koalisi. Dan target kita harus menang 50 persen di legislatif dan menang pemilihan presiden,” kata OD.
Untuk mencapai hal tersebut, Gubernur Sulut ini meminta kader dan semua struktur hingga organisasi sayap partai di Minahasa harus bergerak solid.
“Hindari perselisihan, sesama kader jangan ribut. Kalau ada masalah dikomunikasikan. Kader juga harus mampu membaca situasi politik. Bisa meredam isu-isu negatif yang menyerang PDI-P saat ini, apalagi di media sosial,” katanya.
OD mengakui, dari hasil survei PDI-P memang kalah kampanye di media sosial (Medsos). Bahkan, hanya bertengger di urutan kelima.
“Nah, itu tugas-tugas pengurus PAC dan Ranting yang merupakan ujung tombak untuk mengkonsolidasikan. Rakercab ini jadi momen evaluasi dan konsolidasi. Kemudian, pada bulan Agustus 2023 mendatang. administrasi pencalekan harus sudah selesai. Karna bulan Februari 2024, sudah Pemilu legislatif dan presiden. Sehingga evaluasi dan konsolidasi harus dijalankan,” pesan OD mengingatkan.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD PDI-P Bidang Pemenangan Pemilu, Drs. Steven Kandouw, mengatakan konsolidasi di Minahasa intinya mengingatkan jajaran partai untuk selalu kompak dan siap menghadapi agenda politik kedepan. Baik Pilpres, Pileg dan Pilkada.
“Untuk Minahasa, PDI-P tetap optimis secara partikulelir akan lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.
Terkait siapa-siapa calon bupati. PDIP, kata Kandouw, akan mengusung kader terbaik.
“Sampai saat ini masih mengalir,” ujarnya.
Diketahui pada Pileg 2019, PDI-P memang keluar sebagai partai pemenang di Minahasa dengan meraih 17 kursi di DPRD.
“Target perolahan suara di masing masing dapil harus 50 persen agar bisa mencalonkan sendiri.” ucapnya.
Sedangkan hasil persentase perolehan suara yang ada, baru dapil tiga (Langowan Raya, Tompaso, Kawangkoan Raya dan Sonder) yang capai 47 persen. Sedangkan dapil satu (Tondano Raya) hanya capai 42 persen. Dapil dua ( Eris, Remboken, Kakas, Kakas Barat, Lembean Timur, Kombi) capai 43 persen. Dapil empat (Tombulu, Pineleng, Mandolang, Tombariri, Tombairir Timur) capai 45 persen. Artinya masih ada sekitar 3-7 persen suara yang harus di kejar di Pileg 2024.
Sementara, Ketua DPC PDI-P Minahasa, Robby Dondokambey, SSi., MM., (RD) mengatakan, ada kesempatan 16 bulan untuk konsolidasi menghadapi Pemilu 2024
“Partai ini kan bergerak sesuai petunjuk dan aturan partai. Pertama kita masuk ke link-link masyarakat. Baik di pasar dan pertemuan-pertemuan sosial. Kita sebagai kader harus sampai-sampaikan apa dikehendaki partai untuk kepentingan rakyat. Ada kesempatan 16 bulan untuk konsolidasi PAC hingga tingkat ranting,” ungkap Robby memberikan apresiasi atas kehadiran kader PDI-P di Rakercab.
“Intruksi Rakercab ini kan mendadak, dan baru disampaikan Senin sore. Dan saya cek sebagian pengurus fraksi PDI-P ada di Jakarta. Namun, mereka mendadak pulang untuk hadir. Ini luar biasa. Bukti kader Minahasa solid,” Imbuhnya
Sebagai wabup, ia pun siap kerja keras turun melakukan konsolidasi agar target 50 persen di Pileg dan hattrick pemilu bisa terwujud.
Hadir dalam Rakercap Sekretaris DPD PDI-P Sulut, Frangky Wongkar, Wakil Ketua DPD Eva Sasingen, Ivonne Paat, dan segenap pengurus DPD Sulut. Pengurus 25 PAC dan ranting serta pengurus organisasi badan sayap PDI-P yakni Banteng Muda dan Taruna Merah Putih Partai.(EffendyV.Iskandar).



