Pelantikan DPD FK PKBM Kuningan 2026-2031, Bupati Dian Dorong Peningkatan Kualitas SDM Lewat Pendidikan Kesetaraan

125

dutapublik.com, KUNINGAN – Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Kabupaten Kuningan melaksanakan pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) masa bakti 2026–2031 di Ballroom Arya Kamuning, Gedung Pemda Kabupaten Kuningan, Sabtu pagi (14/2/2026).

Pelantikan tersebut dihadiri Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dr. Carlan, S.Pd., M.M.Pd., serta Ketua DPW FK PKBM Provinsi Jawa Barat, Heru Saleh, S.Pd., M.Pd.

Pengurus yang dilantik terdiri atas Dicky Mahardika, S.E., M.Si. selaku Kabid PAUD dan Dikmas Disdikbud Kabupaten Kuningan, beserta para pengelola PKBM se-Kabupaten Kuningan.

Dalam sambutannya, Bupati Dian menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Kuningan harus mencakup dua aspek utama, yakni pembangunan fisik dan peningkatan sumber daya manusia (SDM). Salah satu upaya strategis yang harus diperkuat adalah peningkatan kualitas pendidikan, khususnya pendidikan kesetaraan yang mampu menjangkau masyarakat secara luas.

Ia menyoroti masih rendahnya rata-rata lama sekolah di kalangan usia produktif di Kabupaten Kuningan sebagai tantangan yang perlu segera diatasi. Menurutnya, peran PKBM sangat penting dalam menjawab persoalan tersebut melalui program pendidikan kesetaraan, seperti Paket A, Paket B, dan Paket C.

“PKBM menjadi jembatan bagi warga yang belum memiliki ijazah formal untuk mendapatkan kesempatan memperbaiki taraf hidupnya,” ujarnya.

Bupati juga mendorong terjalinnya sinergi antara PKBM dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, pondok pesantren, serta perangkat daerah. Ia berharap semakin banyak masyarakat, terutama di wilayah pelosok, yang dapat mengakses layanan pendidikan kesetaraan.

“Pemerintah daerah berkomitmen turun langsung ke lapangan untuk memastikan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah melalui akses pendidikan yang lebih baik,” tambahnya.

Selain itu, Bupati menekankan pentingnya pengelolaan PKBM yang akuntabel, transparan, dan berbasis data dalam perencanaan program. Validasi data warga belajar, menurutnya, menjadi langkah awal yang krusial agar program pendidikan tepat sasaran.

Tak hanya itu, ia juga mendorong pengembangan program kecakapan hidup, literasi digital, serta pelatihan di sektor pertanian agar lulusan PKBM memiliki daya saing dan mampu menjawab kebutuhan pasar kerja. (Haryudi)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *