dutapublik.com, KOTA BEKASI – Rapat Perdana pembentukan organisasi Maluku Satu Rasa Perjuangan (MIR Perjuangan) yang di gelar di sekretariat Dewan Pimpinan Pusat yang beralamat di Ruko SB Apartemen Kemang View Jalan Raya Pekayon No. 2A Kota Bekasi Jawa barat, pada Selasa (15/6) lalu.
Dalam Rapat tersebut, Ketua Penggagas Rizal Marasabessy mengatakan, bahwa organisasi tersebut mengedepankan Pancasila dan budaya-budaya Maluku.
“Sehingga dengan organisasi ini harapan kita semua ini bisa terwakilkan suara-suara masyarakat Maluku di Kancah daerah maupun nasional, karena dengan organisasi ini kita menginginkan perubahan nyata yang mana ada ketidakterwakilkannya orang-orang Maluku di Republik ini,” ucapnya.
Dengan adanya organisasi tersebut, lanjut Rizal, sebagai bukti bahwa Ia mencintai nilai-nilai budaya Maluku.
“Jujur kami orang Maluku juga bagian dari bangsa ini yang memiliki hak yang sama di Republik ini. Dengan organisasi Satu Rasa Perjuangan, maka masyarakat Maluku juga ingin mengedepankan nilai-nilai budaya yang mana masyarakat Maluku sendiri sangat mencintai akan budayanya,” katanya.
Dikatakan Rizal Marasabessy, organisasi tersebut terdiri dari agama berbeda, sehingga pihaknya tetap mengedepankan toleransi antar umat.
“Toleransi umat beragama yang mana organisasi Maluku Satu Rasa Perjuangan terdiri dari bermacam agama, banyaknya daerah-daerah terpencil yang belum tersentuh,” bebernya.
Ia mengajak semua anggota, untuk bisa membuktikan kalau Maluku juga adalah bagian dari Indonesia.
“Semoga dengan adanya organisasi ini mari kita buktikan sama-sama bahwasanya Maluku adalah bagian dari negara ini, dan Maluku juga adalah bagian dari Republik Indonesia yang memiliki hak yang sama dengan daerah-daerah lain di Indonesia,” tuturnya.
Di tempat yang sama Salim Rettob selaku penanggung jawab acara menambahkan, bahwa Organisasi Maluku Satu Rasa Perjuangan adalah organisasi yang baru akan dibentuk semoga bisa mewujudkan perjuangan yang nyata dan dapat membawa perubahan untuk masyarakat Maluku sendiri dan kepentingan daerah Maluku.
“yang mana Maluku sendiri kaya akan sumber daya alam sehingga sumber daya manusianya akan terwujud,” jelasnya.
Harapan dari pihaknya, adalah dengan lahirnya organisasi ini anak-anak Maluku yang cinta akan budaya dan toleransi beragama yang luar biasa, sehingga Ia dapat menjawab tantangan ini.
“Orang melihat orang Maluku dengan kontek negatif, orang yang melihat orang Maluku dengan kontek kekerasan, orang melihat orang yang Maluku identik dengan kerja lapangan, pembebasan lahan, debt kolektor dan seterusnya. tapi jujur orang Maluku masih punya rasa yang tidak hilang dari diri mereka, artinya apa ?.”
“Sejahat-jahatnya orang Maluku, sesangar-sangarnya orang Maluku yang orang lihat, yang orang nilai di sana, tapi rasa kasih sayang, rasa peduli selalu tertanam dalam diri orang Maluku,” terangnya.
Dengan doa, harap Salim, segala urusan bisa dipermudah.
“Semoga dengan rapat perdana organisasi Maluku Satu Rasa Perjuangan ini sesuai harapan, dengan doa dan dukungan semua, InsyaAllah Tuhan sayang, akan dimudahkan semuanya,” pungkasnya.
Dalam acara rapat tersebut, Pimpinan penggagas organisasi Maluku Satu Rasa Perjuangan, Rizal Marasabessy, Penanggung jawab Acara Salim Rettob, Sesepuh H. Pandi Samoal, Penanggung jawab Adin Samual. (SS)





