dutapublik.com, MADINA – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menyambut kehadiran AKBP Bagus Priandy sebagai Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Mandailing Natal yang baru. Ia menggantikan AKBP Arie Sopandi Paloh yang mendapat penugasan baru di Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut).
Momen tersebut berlangsung dalam acara pisah sambut Kapolres Madina yang digelar di Sopo Godang, Pendopo Rumah Dinas Bupati Madina, Desa Parbangunan, Panyabungan, pada Senin malam, 12 Desember 2026.
Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, menyampaikan bahwa kehadiran unsur Forkopimda yang lengkap menjadi bukti sambutan hangat pemerintah dan masyarakat kepada Kapolres yang baru.
Ia berharap AKBP Bagus Priandy dapat melanjutkan berbagai capaian positif yang telah dilakukan AKBP Arie Sopandi Paloh selama menjabat.
“Tentu harapan kami Pak Bagus bisa memperbaiki hal-hal yang mungkin belum maksimal, mengingat dinamika kepentingan masyarakat, perkembangan situasi, keterbatasan anggaran, serta keterbatasan waktu,” ujarnya.
Wabup Atika juga mendoakan kesuksesan AKBP Arie Sopandi Paloh yang kini menjabat sebagai Wakil Direktur Pembinaan Masyarakat (Wadir Binmas) Polda Sumut.
“Kami doakan alumni Polres Madina ini kelak bisa pecah bintang, bukan hanya sampai Kombes,” tambahnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Khoiruddin Faslah Siregar berharap AKBP Bagus dapat membawa angin segar dalam penegakan hukum di Bumi Gordang Sambilan. Ia menyoroti dua persoalan utama yang menjadi perhatian masyarakat, yakni masifnya peredaran narkoba dan maraknya aktivitas tambang ilegal.
Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis, berkelakar bahwa latar belakang AKBP Bagus sebagai mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menimbulkan rasa “takut” di kalangan pejabat, namun sekaligus menumbuhkan optimisme di tengah masyarakat.
“Selamat datang di Mandailing Natal. Semoga bisa berbaur dengan berbagai ragam dan situasi. Mari kita lakukan segalanya dengan kebersamaan, selama itu tidak bertentangan dengan hukum, agama, adat, dan lingkungan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Arie Sopandi Paloh menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat atas dukungan selama dirinya bertugas di Madina.
“Masyarakat sangat membantu tugas-tugas kepolisian, baik dalam kegiatan keagamaan, olahraga, maupun kegiatan sosial lainnya,” katanya.
Ia menilai karakteristik masyarakat Madina sangat beragam sehingga tidak bisa diterapkan satu gaya kepemimpinan. Karena itu, ia berpesan kepada Kapolres yang baru agar mampu beradaptasi dengan kondisi setempat.
“Kami mohon doa agar dalam kedinasan berikutnya diberikan keselamatan dan kesuksesan sehingga dapat menempuh karier yang lebih tinggi,” harapnya.
Sementara itu, AKBP Bagus Priandy mengaku senang dapat kembali bertugas di Pulau Sumatera. Sebagai putra daerah Bengkulu, ia merasa memiliki kedekatan emosional dengan wilayah Sumatera, meski selama ini lebih banyak bertugas di luar pulau tersebut.
Ia juga menyinggung latar belakangnya sebagai mantan penyidik KPK yang kerap menimbulkan berbagai tafsir di tengah masyarakat, terlebih pasca terjadinya operasi tangkap tangan di Madina pada pertengahan tahun lalu.
“Saya mohon restu dan dukungan selama menjalani tugas di sini. Apabila ada masukan, saran, maupun kritik, silakan disampaikan,” ujarnya.
Acara pisah sambut ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, Pj Sekda Madina M. Sahnan Pasaribu, para asisten, kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, OKP, ormas, serta berbagai elemen masyarakat lainnya. (S.N)





