Pengajian Lingkungan I Siabu Gelar Khataman Alquran

590

dutapublik.com, MADINA – Khataman Alquran merupakan salah satu tradisi yang biasa dilakukan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur karena si anak sudah mampu membaca dan menamatkan Alquran. Kepandaian membaca Alquran dalam masyarakat merupakan suatu keharusan dan kebanggaan dalam keluarga.

Di tengah-tengah masyarakat, kemampuan seorang anak membaca Alquran dengan baik memiliki nilai penghargaan yang sangat tinggi. Hal ini disebabkan hampir semua aktivitas dalam masyarakat muslim sangat kental dengan kebiasaan membaca Alquran. Seseorang baru dianggap tokoh masyarakat bila dia terbiasa dan mampu membaca Alquran dengan baik.

Bagi anak, bila sudah mampu dan tamat membaca Alquran, biasanya orang tua ingin sekali untuk dikhatamkan. Begitupun lembaga tempat anak mengaji atau belajar Alquran tersebut sebagai bentuk kegembiraan dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Tahun ini pengajian anak-anak lingkungan I Kelurahan Siabu kecamatan Siabu kabupaten Mandailing Natal, Sumut menggelar Khatam Alquran pertama kalinya di lingkungan I, Jumat, (22/09/2023) malam, di rumah Ikbal Batara (salah satu orang tua peserta pengajian).

Ketua pengajian Toharuddin Hasibuan, S.Pd.I., mengatakan dalam sambutannya baahwa sejak dini keimanan memang harus ditanamkan. Pemahaman akan kitab suci Alquran memang harus menjadi prioritas utama.

“Adapun tujuan diadakannya Khatam Alquran ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, sebagai salah satu upaya untuk melihat dan mengukur kemampuan anak dalam membaca Alquran untuk tingkat dasar dan terakhir sebagai motivasi bagi anak siswa yang belum Khatam,” ungkapnya

Dia juga mengatakan, mempelajari Alquran itu penting. Bukan hanya sekedar mengetahui cara membacanya, tapi juga mengkhatamkan dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Di tempat yang sama Bendahara pengajian Sahdan Gojali mengatakan, selain mengkhatamkan Alquran, pengajian anak-anak tersebut juga membekali para murid dengan ilmu untuk menyempurnakan amal.

“Mengamalkan Alquran dipandang penting, sebab generasi muda banyak yang tergelincir pada jalan hidup yang salah karena tak punya pedoman hidup yang benar,” bebernya.

Acara khataman ini merupakan program pengajian anak-anak lingkungan I Siabu, dari tiga pengajian di Lingkungan I sejumlah jumlah 85 orang siswa dan diharamkan malam ini sebanyak 10 orang.

“Bagi murid yang sudah mengenal bacaan Alquran dari awalnya, maka program pembelajaran akan dimatangkan lagi,” terang Sahdan

Program ini didukung oleh pendidik (guru-guru mengaji) yang telah menguasai ilmu bacaan Alquran, sehingga proses pembelajaran lebih lancar.

Seterusnya Sahdan mengharapkan agar siswa yang belum khatam supaya melanjutkan di rumah dengan bimbingan orangtua.

“Belajar butuh konsistensi berkelanjutan, dan murid membutuhkan sokongan dari orangtuanya, karena pengajian hanya bisa menghantarkan mereka sampai mereka mampu membaca Alquran,” lanjut Sahdan.

Mewakili orang tua peserta pengajian Ringgo Siregar yang juga ketua Karang Taruna Kecamatan Siabu mengapresiasi dengan kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada pengurus dan guru pengajian semoga kegiatan ini berkah. Kami ucapkan banyak terima kasih kepada semua unsur atas suksesi acara ini. Dari yang tadinya anak-anak kita sama sekali tidak mampu membaca Alquran menjadi mengerti hingga kini sudah khatam Al-Quran. Kepada anak-anak, khatam Alquran bukan berarti selesai. Namun, jauh lagi perlu kita mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya. (S.N)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *