dutapublik.com, KARAWANG – Salah satu pemborong yang namanya minta dirahasiakan mengadukan permasalahannya dengan salah satu oknum Pengawas Dinas PUPR Karawang. Ia mengaku risih dengan oknum pengawas tersebut karena seringkali meminta uang ketika proyek berjalan.
“Saya kalau mulai proyek pengawas berinisial R selalu datang minta duit buat uang makan,” ungkap pemborong, Sabtu (28/10/2023).
Kata pemborong ia mengaku tidak keberatan cuman risih saja, apalagi ketika akan tandatangan berita acara. “Risih aja dimintai uang makan terus, gede sih enggak cuman risih, apalagi pas mau tandatangan BA nominalnya minta agak beda,” ungkap narasumber.
Sementara itu, Pengawas Dinas PUPR Karawang berinisial R saat dikonfirmasi dutapublik.com langsung ngegas dengan nada tinggi. “Kenapa nelpon nelpon terus ada apa telpon telpon terus ada apa,” ujar R dengan nada tinggi.
Bahkan R mempersilahkan dutapublik.com untuk mengekspose masalah ini karena ia merasa tidak pernah memaksa meminta uang makan ke pemborong.
“Silahkan mau diekspose juga karena selama ini semua pemborong fine fine aja dan say gak pernah nuntut minta lebih pada pemborong. Karena semua pengawas itu sama angka untuk operasional uang di lapangan itu sama saya tidak meminta lebih silahkan pemborong siapa yang pernah dipaksa minta uang lebih dari apa yang biasa pengawas terima hak untuk di lapangan silahkan saja kalo memang ada bukti buktinya,” ungkapnya.
“Ada bukti bukti saya menerima uang dari pemborong melebihi apa yang saya terima dari pengawas yang lain untuk operasional atau uang di lapangan karena selama ini sayaa gak pernah merugikan pemborong apa lagi meminta memaksa ke pemborong untuk minta uang di luar operasional di lapangan karena di Kabupaten Karawang semua pengawas menerima uang makan di lapangan karena kebijaksanaan dari pemborong.”
“Saya terima (uang makan) kalau gak gitu ya wassalam apalagi kalau udah tanda tangan berita acara,” pungkasnya. (Uya)





