dutapublik.com, GARUT – Ketua Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI) Prof. Mohammad Nuh, DEA., melantik Pengurus Perwakilan BWI Garut, Jawa Barat di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, pada Kamis (24/3).
Dalam kesempatan itu, Ia menyampaikan, Wakaf memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap penyediaan fasilitas kesehatan yang terjangkau bagi kaum Dhuafa yang membutuhkannya untuk berobat. Khusunya penyakit mata yang notabene bisa menganggu produktivitas seseorang dalam mencari nafkah bagi keluarganya serta menggangu penglihatan orang untuk beribadah dalam membaca.
Mengacu hal tersebut, Pria yang pernah menjabat sebagai Mendikbud era SBY juga Rektor di salah satu Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia itu mendorong Perwakilan BWI Garut berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Garut dan Baznas setempat untuk memproduktifkan dan memanfaatkan tanah wakaf potensial di Garut dengan cara dibangun Rumah Sakit Mata.
“Ketika orang tidak bisa melihat dia harus jatuh jadi beban. Sehingga produktivitas keluarga berkurang. Kalau di sini ada tanah, kalau kita dirikan RS Mata di Garut, seperti yang di Serang, itu Alhamdulillah betul,” ujanya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa ketika nanti Rumah Sakit Mata sudah dibangun, tentunya akan bisa membantu dan bermanfaat bagi orang banyak.
Ia mencontohkan dengan adanya Rumah Sakit Mata, nantinya bisa membantu dan menyembuhkan orang-orang yang mengalami gangguan penglihatan dan akhirnya mereka bisa melihat kembali dan bisa melakukan aktivitas ibadah yang mereka ingin.
“Betapa bahagianya seorang ibu yang tadinya tida bisa membaca Al-Quran, jadi bisa membaca lagi. Yang tadinya jadi beban tidak lagi. Kita dirikan Rumah Sakit Mata Daerah. Salah satu program perdana BWi Garut, tanah wakaf dijadikan RS Mata di Garut. InsyaAllah kalau kita lakukan, sedikit tapi riil itu jauh lebih bagus dari pada banyak tapi wacana,” katanya.
Ditambahkan Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, dengan adanya pelatinkan pengurus Perwakilan BWI Kabupaten Garut ini diharapkan peran BWI bisa dimaksimalkan dalam membantu pemerintah dalam membenahi 8.000 tanah wakaf yang kurang dioptimalkan.
Ia juga berharap Perwakilan BWI Kabupaten Garut bisa membantu menaikkan taraf hidup masyarakat dan penyediaan fasilitas kesehatan seperti pembangunan Rumah Sakit Mata seperti yang dituturkan Prof. Mohammad NUH dengan dana wakaf.
Helmi menjelaskan, peran wakaf sangat luas bahkan wakaf bisa menjadi instrumen untuk membantu masyarakat yang kurang mampu untuk dapat berusaha dengan cara memberikan bantuan modal usaha dari hasil mengoptimalkan pengelolaan wakaf produktif dan tanah wakaf yang potensial.
“Dengan adanya Baznas sangat membantu. Apalagi sekarang ada BWI, kami sangat senang dan bahagia. Kami ada Partner, ada Baznas dan sekarang ada BWI. Kami mohon arahan dan bimbingan. Dalam pengertian kami tidak hanya membenahi 8.000 tanah wakaf. Ini memang satu hal yang harus kita bereskan. Kalau Baznas melakukan pengaman sosial,” tuturnya.
Selain itu, Helmi berharap, BWI agar maksimal untuk berbuat bagi masyarakat dan bersama-sama bahu membahu dengan Pemerintah Daerah untuk melakukan itu.
Adapun susunan kepengurusan Badan Wakaf Indonesia Kabupaten Garut masa jabatan 2022-2025, yaitu Ketua KH. Undang Abdul Jalil, S.Ag., Wakil Ketua Dr. H. Abdul Muis Hamzah, M.Si., Sekretaris H. Indra Azwar Mawardi, S.H.I., Bendahara Ade Rahmat Sania Mandala, M.Kom.I., Pembinaan Nadzir Drs. Ade Saroni Eep Sapullah, SA, Pengelolaan dan Pemberdayaan Wakaf Mubainul Adilah, S.I.Kom., Hubungan Masyarakat Dedi Kurniawan, S.E., M.Si., Kelembagaan dan Bantuan Hukum Miraj Gumbira, S.H., M.H., Penelitian dan Pengembangan Ruston Ar Rasyid, S,Pd. dan Agus Marwan Alchaidar. (Yaman)





