dutapublik.com, PURWAKARTA – Serli Marlina (23), warga Desa Parakanlima Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwkarta, Jawa Barat, hampir 2 tahun lamanya berjuang mengurus anaknya yang menderita Hydrocephalus dan merawat ibu kandungnya yang menderita stroke.
Serli saat ini hanya bisa pasrah dan hal itu diucapkannya ketika diwawancarai awak media pada Minggu (4/9).
“Sebelum itu saya dapat mengobati anak ke rumah sakit di wilayah Bandung dan dioperasinya bagian belakang kepala anak saya dan ada perubahan mengecil bagian kepalanya. Tapi karena harus berobat jalan setiap bulan mencapai lima kali, saya tidak mampu mengeluarkan biaya. Karena uang dari mana? Sedangkan saya kerja serabutan dan ditambah harus mengurus ibu kandung saya yang sakit stroke saat ini,” ucapnya dengan nada lirih.
Diketahui, bahwa saat ini Serli hidup tanpa kehadiran sorang suami. Karena beberapa waktu lalu sudah bercerai dengan suaminya atau gagal dalam membina rumah tangga.
“Sementara saya dari anak lahir sudah ditalak oleh suami, jadi haya berjuang sendri saat ini. Dulu saja saya habis ratusan juta sampai menjual tanah warisan dari Almarhum ayah saya. Padahal itupun sudah dibantu dengan BPJS, tetapi tidak semua bisa dibantu oleh itu kebutuhannya.”
“Untuk saat ini kami hanya bisa pasrah saja menghadapi permasalahan keluarga dengan mengurus anak dan ibu yang sakit struk di rumah walaupun untuk makan saja bingung sehari harinya dari mana saat ini,” ujarnya.
Sementara, Jaya Permana, selaku Kepala Desa Parakanlima menjelaskan bahwa benar keadaan warganya seperti itu dan dari pihak pemeritahan Desa maupun Kecamatan sudah berupaya membantunya. (Asep Coklat)





