dutapublik.com, KARAWANG – Siti Nurhasanah (39) Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Karawang bekerja di negara Tempatan Saudi Arabia diberangkatkan secara non prosedural melalui sponsor Ayu, diduga mengalami perbudakan dengan bekerja tidak digajih. Minggu (2/4).
Selain mengalami perbudakan dengan bekerja tidak mendapatkan gajih, ia juga mengaku beberapa kali dipindah-pindah agent. Bahkan lebih mengerikan lagi ia mengaku mau dijual ke negara Palestina dan Suriah.
Melalui sambungan WhatsApp ia menceritakan dari awal pemberangkatan dengan kondisi sedemikian hingga ia pun minta pertolongan agar segera bisa dipulangkan ke Indonesia.
“Tujuan saya waktu di Indonesia hanya ke Saudi dan dia sepakat tapi katanya jalur transit ke ordon saya di tampung berminggu-minggj di sini, ternyata saya mau dijual ke Palestina dan ke Turky juga ke Suriah, saya tolak semua malah saya dipindah-pindah tempat egent oper sana sini,” tuturnya.
“Saya minta dipulangin sama yang mengurus saya jawabannya iya dan iya sampai sekarang sudah satu bulan posisi saya sekarang di ordon sementara dijadikan budak, kerja tanpa diberi gajih, saya masih sabar kalau bisa kabur keluar pergi ke kantor polisi pingin dipulangkan, tapi itu saya tidak lakuin,” ungkapnya.
ia berharap kepada pihak yang terlibat dengan pemberangkatannya agar dapat segera memulangkan ke Indonesia.
“Saya berharap kepada pihak yang terlibat dengan pemberangkatan saya, segera pulangkan saya ke Indonesia,” harapnya.
Sementara itu saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp sponsor Ayu memilih bungkam. (RS).



