dutapublik.com, KARAWANG – W, warga Kecamatan Rawamerta Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat, diduga telah melakukan kejahatan kemanusiaan dengan memproses salah satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara nonprosedural ke kawasan negara-negara Timur Tengah, yang bernama M (34), warga Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat, pada Desember 2025.
Informasi yang didapatkan bahwa, PMI W, sudah berkali kali disalurkan ke pengguna jasa asisten rumah tangga (ART) atau Majikan, namun selalu dikembalikan ke kantor Syarikah. Syarikah teresebut berdalih bahwa, M, sudah tidak bisa dipasarkan. Bukan hanya itu, PMI W, diduga pernah mengalami kekerasan fisik ditendang, disiram, dan dipukul di salah satu rumah Majikan warga negeri Unta.
Diketahui, M, saat ini dikabarkan berada di salah satu kantor agensi atau Syarikah di kota Najran, Saudi Arabia, dan tergolek sakit minta dibantu dipulangkan ke negara Indonesia.
“Tolongin saya, saya sedang sakit. Saya takut terjadi apa-apa dengan diri saya. Kalau pulang ke Syarikah, Hp saya ditahan dan gak diobati. Syarikah gak bakalan belain saya. Karena Syarikahnya kayak begitu. Saya sudah bicara ke Kantor di Jakarta, tapi saya dibilangnya sakit pura-pura. Kalau saya pura-pura sakit, gak mungkin saya diinfus,” kata, M, melalui pesan suara WhatsApp, belum lama ini.
Menanggapi hal itu, Nendi Wirasasmita, selaku Ketua Forum Perlindungan Migran Indonesia (FPMI) DPD Kabupaten Karawang, berjanji akan memperjuangkan M, agar bisa dipulangkan ke negara Indonesia.
“Surat kuasa pengurusan dari suaminya Ibu M, sudah kami dapatkan. Kami akan segera menindaklanjuti persoalan ini demi kebaikan Ibu M, di negara penempatan Timur Tengah, agar segera dipulangkan oleh para oknum yang terlibat, sebagai bentuk tanggung jawab mereka,” ujarnya, Sabtu (7/2/2026).
Nendi Wirasasmita, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan konfirmasi kepada sponsor W, pada Jumat (6/2/2026).
“Jawaban konfirmasi yang diberikan kepada kami oleh sponsor W, kami anggap yang bersangkutan lepas tanggung jawab. Dikarenakan, W, malah melempar permasalahan tersebut kepada pihak lain. Padahal, W, adalah orang pertama yang merekrut Ibu M,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Nendi Wirasasmita, sangat menyayangkan dengan sikap sponsor W, yang dianggapnya lepas tanggung jawab.
“Kami akan segera melakukan pendampingan pihak keluarga Ibu W, untuk melakukan pengaduan kepada BP3MI. Kami akan kawal perkara pengaduan ini hingga tuntas dan PMI-nya bisa dipulangkan ke Indonesia,” tegasnya. (Uya)





