Ratusan Nakes Tenaga Honorer Kabupaten Tanggamus Gelar Aksi Damai, Tuntut Tambahan Kuota PPPK

401

dutapublik.com, TANGGAMUS – Rangkaian Kegiatan supermewah dalam menyambut Hari Jadi Kabupaten Tanggamus ke 26 tahun 2023 seperti halnya Karnaval budaya di Tanggamus Expo dilanjut dengan Kegiatan Pangan Balak Upacara di Taman Makam Palawan dan ditutup dengan doa bersama di rumah dinas Bupati.

Dengan banyaknya kegiatan yang supermewah tersebut demi meriahnya HUT Kabupaten Tanggamus ke 26 tahun 2023 ini menjadikan kado Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani di penghujung masa jabatannya yang akan habis di penghujung tahun 2023 selaku Bupati di Kabupaten Tanggamus.

Namun dari sekian banyak kegiatan yang dianggap cukup meriah karena di tahun sebelumnya memang kegiatan tersebut ditiadakan karena pandemi Covid-19 masih melanda. Di tahun 2023 inilah kegiatan HUT Tanggamus ke 26 kembali diadakan namun sayang dari sekian banyaknya kegiatan tak semanis yang pemkab harapkan.

Pasalnya ratusan Tenaga Honorer Nakes yang bekerja di Puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Tanggamus dan juga bekerja di RSUD menggelar aksi damai di depan Sekretariat Bupati Tanggamus, para honorer menuntut penambahan kuota Penerimaan PPPK Nakes pada Selasa (21/3).

Harmoko selaku koordinator aksi mengatakan pihaknya sebagai tenaga Honorer Nakes meminta pada Pemerintah untuk menaikkan kuota pengangkatan PPPK karena selama ini kuota untuk Nakes sangat kecil atau sedikit sekali. “Kami sangat berharap di tahun 2023 ini kuota Nakes bisa ditambah namun pada kenyataannya itu hanya janji-janji saja,” ujar Harmoko.

Menurut Harmoko selaku Ketua aksi mengatakan bahwa sebelumnya k pernah bertemu Dewan dan meminta diusulkan penambahan kuota, karena sementara kuota yang disediakan cuma 55.

“Tapi kalau ketemu pak Sekda baru kali ini dan saya masih percaya apa yang disampaikan pak Sekda sama kita bertiga yang mewakili teman-teman yang lain lalu kata pak Sekda mereka minta waktu satu minggu,” imbuhnya.

“Dalam waktu satu minggu harapan kita mudah-mudahan Pemkab bisa tergugah hatinya untuk bisa menaikan jumlah kuota dari 55 kalau di Kabupaten lain kuotanya mencapai 400 pengangkatan PPPK di bidang tenaga medis. Dan kata pak Sekda minggu depan kami akan dipanggil untuk membahasnya kembali tapi tidak harus ramai-ramai lagi cukup perwakilan aja.”

“Yang jelas saya sudah 16 tahun bekerja sebagai honorer rasanya udah jenuh mau sampai kapan saya bekerja menjadi honorer saya bekerja di Puskesmas Suka Raja Semaka dan saya harus menghidupi keluarga saya anak saya aja tiga, jadi kalau saya bekerja hanya sebagai honorer itu sangat sulit bagi saya,” tutupnya.

Sementara saat dimintai tanggapannya Sekretaris Daerah (Sekda) Hamid Heriansyah Lubis menyimpulkan bahwa hall ini karena adanya kekhawatiran terkait Pemerintah Pusat, bahwa tahun 2023 merupakan tahun terakhir yang merupakan tahun terakhir tentang keberadaan tenaga honorer. “Tetapi untuk menjawab itu kita kembalikan lagi kewenangan dari pemerintah pusat,” ujar Hamid.

“Kemudian mereka juga menginginkan penambahan kuota penerimaan PPPK ini juga sudah kita jelaskan Prosedural yang harus kita tempuh intinya adalah apa yamg menjadi keinginan teman-teman,” terang Sekda. (Sarip)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *