
Pengolahan pupuk organik
dutapublik.com, CIANJUR – Satgas Citarum Harum Sektor 12 Cirata tengah berinovasi membuat pupuk organik dengan memanfaatkan limbah susu ultra yang dicampurkan dengan BIOS 44.
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Sektor 12 Cirata, Kolonel CZI. Suyatrinu Wardedi, ia mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan untuk mengedukasi masyarakat tepian waduk.
” Iya, kami terus berinovasi pembuatan pupuk organik untuk mengedukasi masyarakat tepian waduk Cirata, dengan mengaplikasikan BIOS 44 dalam mempermentasi bahan Organik, kotoran ternak dan sisa produksi Susu Ultra untuk menjadikan pupuk yang kaya akan nutrisi yang sangat baik untuk tumbuhan dan pakan ikan serta dapat mengembalikan kualitas air kolam ikan,” katanya di lokasi pembuatan pupuk tersebut, tepatnya di Jalam Raya Cipeundeuy, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, Jumat, (30/9).
Selain membuat membuat pupuk organik, Kolonel CZI. Suyatrinu Wardedi juga mengatakan bahwa untuk mengantisipasi penambahan Keramba Jaring Apung (KJA) pihaknya kini gencar melakukan patroli.
“Dan kamipun terus melaksanakan patroli KJA dan penyebaran Eceng di Waduk Cirata guna mengantisipasi adanya penambahan KJA dan pembuatan kantong kantong Eceng guna memudahkan pengendalian dalam pengangkatan Eceng untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik sehingga bernilai ekonomis bagi masyarakat yang akan terdampak dalam penataan dan penertiban KJA,” singkatnya menjelaskan. (Andri.S).





