
Ketua yayasan Al-Mutmainnah (kiri) bersama Ketua KKMA dan Kasi Penmad Kemenag Cianjur
dutapublik.com, CIANJUR – Setelah diberitakan tak sedap di salah satu media online dengan judul “Bejat! Kepala Yayasan Al-Mutmainnah Sindangbarang Diduga Potong Uang Bantuan Honor Guru, Ketua Yayasan Al-Mutmainnah, Ayi Taopik, menanggapi terkait adanya pemberitaan yang menyudutkan dirinya, mengatakan hal itu tidak benar. Ia pun menanggapi dengan santai dan senyuman. Senin (9/1).
Menurutnya orang tersebut mungkin belum faham secara komprehensif mengenai aturan bantuan BPMU, pasalnya bantuan tersebut masuk ke rekening masing-masing guru, bagaimana bisa dikatakan bahwa dirinya melakukan pemotongan.
“Kalau dikatakan memotong berarti saya yang mencairkan, motong dari mana? uangnya masuk ke rekening guru,” tegasnya.
Lanjutnya, dirinya juga menilai berita tersebut sebelah pihak, pasalnya dirinya belum merasa memberikan pernyataan terkait subtansi yang dituduhkan dalam pemberitaan tersebut. Dia pun meminta, selaku sumber agar diberikan hak Jawab atau klarifikasi. Kalau tidak ada hak jawab, mungkin pihaknya akan melayangkan somasi.
“Jelas ini merugikan saya, saya belum hak jawab ataupun klarifikasi. Bahkan teman- teman saya mendorong kepada saya untuk layangkan somasi, ” tandas Ayi Taopik.
Dijelaskan Ayi Taopik, bahwa sebagai ketua yayasan tidak akan mengkhianati guru, karena justru dirinya yang mengupayakan kesejahteraan bagi karyawan-kaaryawannya.
“Saya sebagai ketua yayasan tidak mungkin menghianati guru, karena semua kesejahteraan guru dan personal lainya, saya yang nanggungi, ” ucapnya.
“Saya sebagai ketua yayasan tidak intrpensi terhadap keuangan yang diurus langsung oleh kepala sekolah dan bendahara, yayasan cuma mengawasi semua madrasah yang bernaung di yayasan saya, ” bebernya.
Senada dengan yang disampaikan ketua yayasan, para guru di yayasan Al-Mutmainnah yang menerima bantuan BPMU tersebut juga memberikan pernyataan bantahan atas pemberitaan miring tersebut.
Menurut para guru hal itu tidak benar dan mereka pun siap berikan pernyataan kesaksian.
“Saya perwakilan dari guru Al-Mutmainnah mengklarifikasi bahwa bantuan BPMU tidak pernah dipotong atau dirampok oleh ketua yayasan Al-Mutmainnah atau lembaga,” ungkapnya didampingi para guru lainnnya.
Tidak hanya itu, bahkan para guru membuat pernyataan sebagai kesaksian bahwa tidak ada potongan dana BPMU.
“Bila ada pihak lain menuduh atau memfitnah memotong/merampok oleh lembaga atau yayasan, maka saya nyatakan tidak ada dan saya siap mempertanggungjawabkan di muka hukum, ” tegas guru dalam salah satu Point penyataannya. (Doel).



