SMPN 1 Kawangkoan Siap Laksanakan PTM Terbatas

357

dutapublik.com, MINAHASA – Pada dasarnya jajaran pendidikan SMP Negeri 1 Kawangkoan Kabupaten Minahasa dengan sarana pendukung yang disiapkan, perjanjian orang tua dan komite sekolah suda siap dilaksanakannya Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) secara menyeluruh di tengah masa Pandemi COVID-19 saat ini.

“Masing-masing kelas disiapkan sarana pendukung pembelajaran, selanjutnya juga terkait vaksinasi kepada peserta didik,” ujar Ferry Paisha selaku Kepala SMPN 1 Kawangkoan kepada awak media, pada Rabu (27/10).

Lanjutnya, disampaikan beberapa faktor siswa belum divaksin, antara lain ada bawaan penyakit, di saat vaksin anak dalam kondisi sakit, ada pelajar yang belum cukup umur, kemudian karena terbawa pemahaman orang tuanya belum divaksin anaknya juga ikutan tidak mau divaksin. karenanya pihak sekolah melalui wali kelas agar memberikan pemahaman kepada orang tua agar siswanya dapat divaksin.

Menurut Paisha, saat ini SMPN 1 Kawangkoan seminggu dua kali pada Selasa dan Kamis para siswa hadir dan melaksanakan uji coba Pembelajaran Tatap Muka. Terbagi jadwal diatur satu kelas untuk kelas 7, satu kelas untuk kelas 8, satu kelas untuk kelas 9.

Sebagai contoh setiap kelasnya 96 jumlah siswa dibagi akan dibagi 2 sesi, sehingga rata-rata persesinya ada 45 orang. Karena baru uji coba belum 100 persen siswa hadir di sekolah, tentu dicari metode seperti apa pada pelaksanaan PTM Terbatas nanti.

“Setelah dua pekan berjalan uji coba PTMT, kami tidak temui ada masalah. Karenanya minggu depan akan kami coba tambah ruang kelas, dengan metode Breanded Learning. Di mana setiap kelas siswa tidak datang bersamaan, pulang juga tidak bersamaan, tidak hadir semua dan ada yang mengikuti video zoom meeting,” urainya.

Diharapkannya, nantinya usai aktivitas KBM, siswa yang masih pakai seragam tidak diizinkan makan di Rumah makan, di restoran atau pasar. Kecuali makan bersama orang tua.

“Sekolah juga akan berkoordinasi dengan Camat, Lurah, Kapus, Dinas Kesehatan kaitannya dengan disiplin Vaksinasi serta protokol kesehatan menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Ditambahkannya, apa yang menjadi harapan ini dapat berjalan sesuai rencana berupaya tidak terjadi kluster di sekolah, namun dalam pengawasan semua pihak meski SMPN 1 Kawangkoan telah melaksanakan 4 kali vaksin.

Slama uji coba, siswa yang hadir tetap disiplin protokol kesehatan meminamlisir terjadinya kluster COVID-19 di sekolah. (Effendy V. Iskandar)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *