Sosok Leo Tiko Petani Sukses Panasen

609

dutapublik.com, MINAHASA – Bertani seperti yang dilakukan Leo S. Tiko, selaku Kumtua desa Panasen Kecamatan Kakas Barat Kabupaten Minahasa Provinsi Sulut, perlu menjadi dorongan kaum muda untuk mengoptimalkan lahan tidur di daerahnya yang tidak dikelola saat ini di tengah masa pandemi Covid-19.

Leo, saat berbincang dengan awak media, sejak lama telah dikenal sebagai salah satu Petani tanaman Labu kuning yang pesanannya diminati sampai diluar daerah.

Sebelum jadi Kumtua di desa Panasen tahun 2015, dirinya sudah suka berkebun, sampai pada akhirnya jadi Kumtua sampai saat ini masih bertani karena ada ketekunan dan kerja keras.

“Terakhir bulan kemarin saya panen Labu di lahan sekitar 2 hektar dan ini sudah beberapa kali dipanen,” ujar Leo ketika obrolan hangatnya di sela-sela penyaluran BLT DD, pada Jumat (17/9).

Menurut Leo, bahwa profesi bertani memang menjanjikan, sebelum saya jadi Hukum Tua, saya suka bertani.

“Saya menekuni berkebun Labu karena Ini menjanjikan, sampai sekarang permintaan diminati sampai ke daerah lain di luar Provinsi Sulawesi Utara,” ujarnya.

Dia mengaku kalau di Desa Panasen Kakas Barat, lahan tanam labu bibit hibrida dikelola di lahan 2 hektar lebih.

“Mengenang sejak dirintis sekirar 2015 lalu, sampai saat ini Puji Tuhan, menjadi Petani sukses memang tidak mudah, harus dibutuhkan perjuangan dan kerja keras seperti petani lainnya,” kenangnya.

Namun semua itu terbayar lunas, seiring kesuksesan setelah dirinya menjadi Kumtua.

“Mengawali semuanya dengan kerja keras, harapan akan diikuti generasi muda lainnya di Desa Panasen, sehingga akan lahir banyak Petani sukses dan potensi pertanian cukup menjanjikan jika ada usaha dan kerja keras,” tandasnya mengakhiri pembicaraan. (Effendy V. Iskandar)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *