SPBU Di Riau Anggap Truk Pengangkut Kayu Industri Gunakan BBM Bersubsidi Adalah Hal Biasa

699

dutapublik.com, KAMPAR – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) nomor 14.284.6111 di Kubang Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, Riau terkesan hanya sebagai tempat pengisian truk-truk pengangkut kayu industri.

Padahal sudah jelas Biosolar (B30) merupakan salah satu jenis kelompok BBM bersubsidi. Dalam pendistribusiannya, tentu menyasar kepada masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah.

Hal itu sejalan dengan PP No. 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM. Diduga aturan tersebut dikangkangi oleh SPBU 14.284.6111 pada Sabtu 26 Maret 2022 sekira pukul 11:05 WIB.

Awak media menyaksikan beberapa mobil terlarang jenis tronton pengangkut kayu dengan jumlah roda 10 diduga milik perusahaan yang sedang antri untuk mendapatkan biosolar (B30).

Sebagaimana termaktub dalam PP No. 191 tahun 2014, salah satu poinnya menyebutkan “Konsumen yang berhak menggunakan biosolar (B30) bersubsidi ialah kendaraan bermotor umum, kecuali mobil pengangkut hasil perkebunan dan pertambangan dengan roda lebih dari 6”.

Artinya, kendaraan bermotor jenis apapun dengan jumlah roda lebih dari 6 tidak dibenarkan melakukan pengisian BBM bersubsidi, terlebih mobil angkutan hasil hutan, perkebunan dan pertambangan.

Saat awak media mencoba konfirmasi kepada Manager SPBU 14.284.611, Iqbal,  membenarkan adanya mobil truk pengangkut kayu industri mengisi BBM bersubsidi di SPBU nya.

“Iya bang kami udah dikasih surat dari Pertamina per tanggal 1 April truk balak tidak boleh isi solar. Hari Rabu sedang mau dirapatkan dengan dinas terkait untuk truk besar bang,” jelas Iqbal.

“Tidak kami aja bang hampir semua SPBU di Riau, makanya ini harus diseragamkan kami taat aturan bang,” ujarnya.

Kata Iqbal, Rabu depan mungkin akan ada keputusan yang membahas masalah ini. “Kalau sudah ada keputusan bersama Insya Alloh kami juga akan tertib bang,” jelasnya.

“Masih ada SPBU lain yang isi juga, kami di lapangan susah bang bersitegang dengan sopir-sopir. Makanya harus kompak semua SPBU se-Riau,” sambungnya. (Arham)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *