dutapublik.com, KARAWANG – Nurjaya alias Bodong (51), selaku suami dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural Timur Tengah, bernama Sariyah (23), warga Desa Sungaibuntu Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang, Jawa Barat, segera melaporkan perekrut atau sponsor bernama Casmita, selaku Kepala Dusun (Kadus) Desa Kertajaya Kecamatan Jayakerta Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dan H. Umar, warga Kertamulya Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Bodong, merasa tidak terima karena istri tercintanya direkrut untuk dipekerjakan di Timur Tengah mejadi asisten rumah tangga secara nonprosedural.
“Istri saya diberangkatkan ke Riyadh oleh sponsor wakil Casmita, lalu diteruskan ke H. Umar. Dan sekarang istri saya sudah dua tahun lima bulan di sana. Kalau PT-nya saya tidak tahu,” ujarnya kepada media dutapublik.com, pada Rabu (16/5/2024).
Diceritakan Bodong, bahwa istri tercintanya sempat mendapat penganiayaan dari sang Majikan.
“Saat lima bulan pertama, istri saya dianiaya oleh Majikannya. Saya tahunya saat istri saya cerita dan istri saya juga mengirimkan poto-poto tangannya yang lebam biru akibat dianiaya Majikannya. Saat dipulangkan ke agensi di Timur Tengah, istri saya pun tidak tahu nama agensinya,” ungkapnya.
Mendengar kabar nasib pilu istrinya yang seperti itu, Bodong, meminta pertanggungjawaban para perekrut untuk memulangkan istri tercintanya.
“Saya sudah beberapa kali meminta istri untuk dipulangkan kepada sponsor wakil Casmita, tapi jawabnya lagi diproses terus hingga sudah dua tahun lebih lamanya alasannya masih tetap sama sedang diproses. Jika permintaan ini tidak didengar oleh para Sponsor, maka saya melalui divisi hukum dutapublik.com akan meneruskan perkara ini ke Kepolisian,” tegasnya.
Sementara, Casmita, saat dikonfimarsi oleh media dutapublik.com, pada Minggu (19/5/2024) terkait sejauh mana itikad baiknya untuk memulangkan, Sariyah, Casmita, berjanji akan berupaya memulangkan, Sariyah.
“InsyaAllah Pak, sama saya sedang diusahakan Pak. Mudah-mudahan cepat pulang Pak,” tuturnya.
Sedangkan, H. Umar, yang disebut oleh, Bodong, selaku oknum yang memroses, Sariyah, hingga berita ini dipublikasikan, keberadaan dirinya dikabarkan entah di mana alias kabur.
H. Umar, berdasarkan informasi yang diperoleh, bahwa dirinya merekrut dan memroses PMI nonprosedural Timur Tengah tanpa melalui P3MI atau biasa dikatakan “Pemain Kaki Lima”. (Nendi Wirasasmita)





