dutapublik.com, JAKARTA – Maraknya tindak pidana perdagangan orang yang semakin meningkat dan memanfaatkan pengendalian kekuasaan sehingga korban merasa tereksploitasi, dengan memberikan suatu manfaat hingga korban terjerat dalam kekuasaannya seperti halnya sapi perah.
Salah satunya adalah Erni yang saat ini berada di negara Tempatan kawasan Timur. Ia mengeluhkan atas nasib yang dideritanya pada pemberitaan waktu lalu.
Meskipun ia sakit ia dipaksa untuk bekerja dan harus menuruti kemauan agensi yang berada di Syarikah Nas. “Pak saya di dimarah-marahin sama Madam Hanal,” ujarnya.
Lanjut Erni ia merasa didiskriminasi oleh pihak Syarikah Nas hingga ia merasa ketakutan oleh pihak agensi tersebut.
“Di Syarikah ini keras pak keji saya baru sebulan operasi aja diready-kan lagi kerja padahal saya ini lagi sakit pak maka dari itu saya putuskan minta pulang ke Indonesia. Syarikah Nas tu bener-bener memperlakukan TKW tuh seperti binatang pak,” bebernya.
Sementara itu Manal yang diketahui staf dari Syarikah Nas ketika dikonfirmasi oleh tim awak media via WhatsApp menanggapi dengan sikap tidak terpuji. Manal dalam konfirmasi tersebut bersikap seolah dirinyalah yang berkuasa dan tidak ada satu orang pun yang bisa memulangkan PMI tersebut.
“Memangnya kenapa sama Erni kenapa kemarin sudah pulang kantor saya ready-kan lagi kerja, emangnya kenapa,” ujarnya kepada dutapublik.com, Senin (23/10/2023). (Uya)





