dutapublik.com, CIANJUR – Bencana alam gempa bumi yang terjadi pada tanggal 21 November 2022 berkekuatan 5,6 magnitudo di Kabupaten Cianjur sampai saat ini masih berdampak besar, terutama bagi warga masyarakat yang rumahnya ambruk dan tidak punya tempat tinggal lagi akibat gempa, sehingga masyarakat harus tidur di tenda-tenda pengungsian.
Nahasnya, di saat masyarakat membutuhkan tenda, terpantau ada yang menggunakan tenda darurat untuk parkir para pegawai, di Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Didikpora) Kabupaten Cianjur, padahal di parkiran belakang masih kosong dan muat untuk dipakai tempat parkir. Senin. (26/27).

Tempat parkir kendaraan yang biasa
Atas temuan tersebut, Ketua 234 SC Regwil Kabupaten Cianjur, Soni Farhan angkat bicara. Pada saat diminta tanggapannya oleh awak media dutapublik.com via whatsapp, Soni mengatakan bahwa pihak Disdikpora tidak berperikemanusiaan, karena di saat masyarakat membutuhkan tenda pihak Disdikpora malah menggunakan tenda sebagai tempat parkir.
“Ya sekarang pikir saja pake logika, itu tidak berprikemanusiaan, karena masyarakat dalam keadaan seperti ini, banyak sekali yang membutukkan tenda untuk tempat tinggal, eh ini malah di pake tempat parkir” ungkapnya.
Lebih lanjut, Soni Farhan menyarankan kepada Disdikpora untuk melipat tenda tersebut dan diberikan kepada yang lebih membutuhkan daripada dipakai tempat parkir.
“Ya sebaiknya tenda itu dilipat, di berikan kepada masyarakat yang membutuhkan, kan masih banyak masyarakat yang terdampak dan rumahnya ambruk masih membutuhkan tenda untuk tempat tinggal,” jelasnya
Terpisah, Kadiskdikpora kabupaten Cianjur Akib Ibrahim, saat dimintai tanggapan terkait tenda yang dipakai parkir oleh para stafnya sambil ketawa kecil, ia menyebutkan bahwa hal tersebut tidak terkordinir oleh dirinya.
Kadisdikpora berterimakasih karena telah memberikan saran dan kritik dan juga ia menegaskan bahwa tenda tersebut akan segera dibongkar mengingat masa darurat sudah selesai.
“He he, itu tidak terkordinir oleh saya, tapi terimakasih sudah dikritik dan di berikan saran, mungkin nanti itu akan segera dibongkar karena masa darurat sudah selesai,” tuturnya. (R.Sutiadi).


