dutapublik.com, CIANJUR – RA (9) anak keempat dari pasangan Ade Kurniawan dengan Ai warga Kampung Sukasirna RT 03/RW 06 Desa Ciandam Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur Jawa Barat, sudah tiga bulan menderita sakit yang diduga gejala gagal ginjal.
“Menurut dokter katanya anak saya mengalami gejala ginjal,” ucap Ade ayah kandung RA, Kamis (19/5).
Lanjutnya, selama tiga bulan ini sudah banyak obat yang diberikan dokter namun kini sudah habis dan dokter menyarankan agar dicek darah. Karena keterbatasan biaya, Ade mengaku sampai saat ini cek darah belum dilakukan.
“Ya obat yang dikasih banyak tapi sudah habis, kata dokter harus cek darah, berhubung kondisi tak punya biaya jadi nggak sampai dicek darah,” paparnya.
Masih kata Ade, bahwa anaknya pernah dibawa ke RSUD Cianjur untuk berobat, namun karena tidak punya biaya berobatnya tidak sampai tuntas, sedangkan pihak rumah sakit menganjurkan agar anaknya tersebut berobat sampai tuntas.
Disoal mengenai apakah sudah ada bantuan dari donatur atau pemerintah ia mengatakan pihak Desa membantu dengan membuatkan SKTM (Surat keterangan Tidak Mampu).
“Cuma ngasih saran pakai SKTM saja untuk berobat ke RSUD Cianjur.”
Dengan kondisi yang serba kekurangan, Ade yang tidak punya pekerjaan tetap mengaku sudah tidak mampu membayar biaya rumah sakit walaupun sudah memakai SKTM.
RA anak yang masih duduk di bangku kelas 4 SDN Cipeundeuy, kini hanya bisa berbaring lemah dan pasrah, karena kehidupan orangtuanya hanya cukup bisa makan saja. AR kini hanya bisa menangis menahan sakit yang dideritanya.
Orangtuanya berharap ada pihak yang dapat membantu agar anaknya sembuh kembali dan dapat bersekolah lagi.
“saya berharap semoga ada donatur atau pihak pemerintah yang dapat membantu anak saya,” pungkasnya.
Terpisah Kepala Puskesmas Mande Euis Ratna Juita saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp mengatakan bahwa benar anak tersebut mengalami benjolan di leher berdasarkan diagnosa dokter diduga menderita gangguan ginjal.
“Ya anak tersebut telah berobat ke bidan desa, puskesmas, dokter dan dirawat di RSUD selama enam hari,” kata Euis.
Lanjut Euis, pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membantu pengobatan anak tersebut dengan mengupayakan membuatkan BPJS dan akan dirujuk kembali. (Suhandi)





