Tradisi Nyekar Warga Gelaman Jawa Timur

653

dutapublik.com, GELAMAN – Setelah melaksanakan Shalat Idul Fitri, sebagian dari masyarakat Gelaman mendatangi kuburan umum yang ada di Desa Gelaman Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep, Kepulauan Kangean, Madura, Jawa Timur.

“Nyekar ke makam umum ini telah kita laksanakan setiap habis Shalat Idul Fitri. Meskipun masyarakat tidak begitu banyak bergabung. Tapi tradisi ini akan terus kami jaga,” kata Ponirin Mika, selaku Koordinator nyekar kuburan umum, pada Senin (2/5).

Selanjutnya, Ponirin mengatakan bahwa ada tiga makam besar yang terus didatangi, yaitu makam tengah, makam barat dan makam timur.

“Sebenarnya ada satu makam umum lain selain dari yang tiga itu, yaitu makam kaburan dekat Dusun Montor Pelle,” sebutnya.

Ia menceritakan, bahwa makam kaburan itu pernah kita datangi beberapa tahun yang lalu. Namun beberapa tahun terakhir ini belum lagi kita datangi. InsyaAllah tahun berikutnya akan kita ziarahi,” imbuhnya.

Ponirin menambahkan, pada setiap makam umum yang ada di Desa Gelaman. Ada tokoh agama, guru-guru ngaji dan bahkan ada Wali Allah di makam tersebut.

“Saya yakin pada setiap kuburan umum di Gelaman ini ada Ulama, tokoh agama, guru ngaji dan juga Wali Allah,” ungkapnya.

Dijelaskannya, kegiatan nyekar ke kuburan merupakan salah satu harapan ingin mendoakan para beliau dan umat Islam yang telah mendahului menghadap Allah. Tentu juga supaya pengingat mati. Agar bisa terus beramal baik selama di dunia.

“Kita ingin mendoakan yang telah wafat dan kegiatan nyekar ini pula untuk menambah keimanan kita kepada Allah. Karena orang kalau ingat mati pasti akan memperbaiki perilakunya,” terangnya. (King Adie)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *