Video Gerakan Literasi Tanggamus Berhasil Mendapatkan Juara 1 Dalam Kompetisi Literasi Vlog Challenge

839

dutapublik.com, TANGGAMUS – Video Gerakan Literasi Tanggamus berhasil mendapatkan Juara 1 dalam Kompetisi Literasi Vlog Challenge yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, melalui Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpustakaan Nasional RI. Pengumuman ini disampaikan pihak Perpustakaan Nasional RI pada akun instagram resminya @perpusnas.go.id pada pada Kamis (9/9).

Kompetisi video ini berlangsung sejak 14 Juli 2021 dengan 106 pendaftar dan 50 video yang masuk dari seluruh Indonesia. Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang professional dan independen antara lain, Maman Suherman selaku Penulis Nasional, Nelwaty selaku Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional RI dan Jovial da Lopez selaku Konten Kreator Nasional.

Video Gerakan Literasi Tanggamus diproduksi melalui kolaborasi antara Namastee Studio, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanggamus, Perpustakaan Umum Merak Mas, Pekon Tanjung Agung dan Rumah Baca Berlian dari Pekon Kanoman, Kecamatan Semaka. Tim produksi dari video ini adalah Bayu Angga Septian selaku penulis naskah dan sutradara, Iqbal Sunni selaku Ditector Of Photography (DOP) dan Al-Ikhsan Bayu Suseto selaku Penata Suara.

Bayu menjelaskan bahwa, Video tersebut berangkat dari keresahan masyarakat Pekon Tanjung Agung mengenai bencana alam yang sering terjadi.

Utamanya pencemaran sampah wilayah pesisir akibat ulah masyarakat membuang sampah sembarangan ke sungai kemudian berakhir ke wilayah pesisir, serta banjir yang disebabkan oleh manusia yang menebang hutan di wilayah hulu.

“Video ini memiliki Premis, Kebudayaan dan Keindahan yang hampir tenggelam di wilayah pesisir, ditolong oleh sekoci penyelamat bernama Literasi yang akhirnya memberikan dampak kesejahretaan kepada masyarakat. Alam, Kebudayaan, Kesejahteraan dan Literasi merupakan elemen yang saling bersinergi.”

“Inilah pemahaman kami tentang Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang kami interpretasikan dalam video Gerakan Literasi Tanggamus,” jelas.

Dalam Video yang berdurasi 5 menit tersebut, tampil juga seniman sekaligus Pengajar Tari Gustiara Dwi Hardenis sebagai pembawa cerita.

Bayu mengatakan, bahwa Seniman lekat dengan  kebudayaan, yang karyanya bisa merefleksi pada alam.

“Di sinilah alasan kami meminta Gustiara Dwi Hardenis (Ara_red) untuk menyampaikan cerita ini, baik melalui lisan maupun gerakan,” imbuhnya.

Sementara, Johan Wahyudi, M.S., S.I.Pem., S.T., M.T., selaku kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan dan Arsip mewakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Tanggamus Gigih Rudiansyah, S.E.,  menyatakan kegembiraannya.

“Prestasi ini adalah karya terbaik dari putra/i Tanggamus, pesan yang ingin kami sampaikan melalui karya audio visual ini adalah bagaimana sesungguhnya peran dan fungsi perpustakaan dalam membentuk masyarakat yang tangguh, kaya akan wawasan dan ilmu pengetahuan.”

“Bagaimana Perpustakaan mampu memainkan peranan sebagai wahana pembelajaran sepanjang hayat, tempat masyarakat berkarya dan anak-anak bisa terpenuhi literasinya.

Dikatakan Johan, Tanggamus adalah awalan terbaik dalam menyukseskan Program Transformasi Perpustakaan berbasis Inklusi Sosial, melalui gerakan Literasi Tanggamus, GELIAT RATU.

Keterangan Gambar : Kurnain Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Tanggamus (kiri) Dan Gustiara Dwi Hardenis / Ara (kanan) 

“Dengan adanya karya ini, kemudian diapresiasi ditingkat Nasional, ada dua hal yang dapat kita peroleh yaitu, Tanggamus akan lebih dikenal dikancah Nasional dalam Implementasi Program Transformasi Perpustakaan berbasis Inklusi Sosial, serta Memotivasi para Stakeholder agar bersenergi pada kegiatan Literasi bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah.”

“Pada akhirnya apa yang benar-benar telah diamanahkan dalam Peraturan Bupati Tanggamus Nomor 04 Tentang Gerakan Literasi Daerah dapat tercapai  dan menjadikan Kabupaten Tanggamus layak menyandang predikat sebagai Kabupaten literasi,” ungkapnya.

Kemudian, Dr. Adin Bondar, M.Si., selaku Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpustakaan Nasional RI, dalam sambutannya saat mentoring peserta berharap, para peserta Literasi Vlog Challenge, terutama yang memperoleh 3 besar dapat menjadi duta atau role model yang bisa menjembatani keinginan pemerintah dalam pengembangan budaya baca dan literasi untuk mendiseminasikan kepada masyarakat.

Video yang menceritakan tentang Perpustakaan Merak Mas di Pekon Tanjung Agung ini adalah video Gerakan Literasi Tanggamus bagian kedua, setelah sebelumnya video pertama diproduksi di Rumah Baca Berlian, Pekon Kanoman, Kecamatan Semaka.

“Tidak lupa Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada Ibu Bupati Tanggamus, Wakil Bupati Tanggamus, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Kepala Bappelitbang, Ketua DPRD Tanggamus, Wakil Ketua III DPRD Tanggamus, Forkopimda, seluruh kepala OPD, Kepala Pekon Tanjung Agung Kecamatan Kotaagung Barat dan semua pihak yang telah berpartisipasi  dalam pembuatan video ini,” ucapnya.

Saat diminta tanggapannya, Kurnain selaku Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Tanggamus dan juga Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Tanggamus mengucapkan selamat atas keberhasilan bisa meraih juara satu tingkat Nasional.

“Iya saya salut dan bangga atas perolehan juara satu dalam kompetisi Literasi Vlog Challenge yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.”

“Semoga atas capaian prestasi ini mampu menjadi inspirasi kita semua dalam membangun peradaban yang lebih cemerlang, khusus untuk kemajuan masyarakat Tanggamus khususnya,” tutupnya. (Sarip)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *