Wabup Pimpin Rakor Tim Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025

108

dutapublik.com, BLORA – Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, memimpin Rakor Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dalam rangka sosialisasi Pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025, Kamis (15/5/2025).

Wabup Rini mengajak seluruh pihak, terutama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten, Kecamatan, hingga Desa/Kelurahan, untuk menurunkan angka stunting di Blora.

“Alhamdulillah, hari ini kita dapat bertemu kembali dalam Rapat Koordinasi Aksi Konvergensi Pencegahan dan Penurunan Stunting TPPS Kabupaten Blora Tahun 2025. Terima kasih, saya mengapresiasi kerja keras semua pihak yang selama ini telah berkontribusi dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Blora,” ucap Wabup Rini.

Terkait persoalan stunting, Wabup yang juga Ketua TPPS Kabupaten Blora itu mengatakan bahwa hal tersebut bukan hanya isu kesehatan semata, tetapi juga menyangkut masa depan sumber daya manusia Indonesia, termasuk di Kabupaten Blora.

Untuk itu, penanganannya harus dilakukan secara konvergen, terintegrasi, dan berkelanjutan lintas sektor.

“Tantangan kita ke depan semakin kompleks dan diperlukan sinergi lintas sektor, penguatan peran pemerintah desa, pemanfaatan teknologi informasi, serta pendekatan yang berbasis keluarga dan komunitas,” lanjutnya.

Dalam target penurunan stunting, Wabup Rini mengungkapkan beberapa strategi yang akan dilaksanakan.

“Ada strategi yang perlu kita lakukan, antara lain refokusing kelompok sasaran dan pemangku kepentingan. Di mana fokus kelompok sasaran intervensi kita adalah ibu hamil, ibu nifas, dan ibu menyusui. Kemudian anak usia 0–23 bulan (baduta), anak usia 24–59 bulan (balita), remaja putri (rematri), calon pengantin (catin), rumah tangga, dan masyarakat,” ungkapnya.

Wabup yang akrab disapa Budhe Rini itu juga mengatakan bahwa perlu ada penguatan peran kecamatan. Kecamatan, sebagai unit pemerintah yang memiliki akses langsung ke masyarakat di tingkat desa/kelurahan, diharapkan memiliki keunggulan dalam mengidentifikasi sasaran yang tepat.

“Selanjutnya, saya minta setiap kecamatan untuk menyiapkan tim operator tingkat kecamatan yang secara berkala menginput program-program pencegahan dan percepatan penurunan stunting di kecamatan,” ucap Budhe Rini.

“Melalui rapat koordinasi ini, mari kita pastikan pula bahwa semua rencana intervensi benar-benar terarah, terintegrasi, serta memiliki dampak yang nyata bagi peningkatan kualitas hidup anak-anak dan ibu di Blora. Bersama kita bisa, bersama kita kuat, dan bersama kita wujudkan Blora Bebas Stunting,” pungkasnya. (Yasin Al Amin)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *