Wagub Jabar Ajak Warga Untuk Bersyukur Bisa Mudik Lebaran

470

dutapublik.com, KOTA BANDUNG – Setelah dua tahun pandemi Covid-19 menyerang pada tahun 2020 hingga 2021, baru pada tahun 2022 kali ini Pemerintah tidak memberlakukan pembatasan terhadap berbagai aktivitas di Hari Raya Idul Fitri 1443 H.

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum menyambut baik hal itu dan mengajak warga Jabar untuk bersyukur. Sehingga momen Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran dapat dilaksanakan dengan penuh kekhidmatan.

“Pertama, kita harus bersyukur kepada Yang Maha Kuasa, karena Lebaran tahun ini sudah tanpa pembatasan. Dan juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang sudah membebaskan mudik dengan begitu leluasa, tanpa ada batasan dan juga pemulangan kembali, penyekatan-penyekatan dan yang lainnya. Sekalipun harus prokes tetap dijaga,” ujarnya, di Kota Bandung, pada Kamis (28/4).

Uu sapaan akrabnya, mengajak warga Jabar agar menjadikan Idul Fitri 1443 H kali ini sebagai momen untuk mempererat persaudaraan, juga waktu yang tepat untuk rekonsiliasi bagi hubungan yang sempat retak. Terutama hubungan keluarga atau persaudaraan.

“Setelah dua tahun kita Lebaran dengan suasana pandemi dan prokes yang ketat. Oleh karena itu, momentum Idul Fitri sekarang mari kita jadikan untuk mempererat hubungan emosional antara keluarga antara emak dan apa, ayah dan ibu, ibu dan anak, anak dan bapak, anak dan ibu, termasuk juga dengan nenek kakek, adik kakak, mamang dan bibi.

“Jadi liburan sekarang dipusatkan untuk meningkatkan kebersamaan dengan internal keluarga, sehingga terjadi keharmonisan dalam rumah tangga, baiti Jannati rumahku surgaku, dan saudaraku adalah sahabat karibku. Jangan malah sebaliknya, sahabat karibku menjadi saudaraku, jangan. Tapi saudaraku adalah sahabat karibku, karena terjadi hubungan emosional yang hebat di antara keluarga, maka akan terjadi tolong menolong, saling menjaga, baik menjaga harga diri, martabat dan derajat, juga menjaga keharmonisan diantara kita,” bebernya.

Sehingga terjadi kebahagiaan dalam berkeluarga. Apalagi yang namanya Idul Fitri lekat dengan ucapan Allahumaj ‘alnaa minal aidzin wal faidzin, yang artinya minta kepada Allah SWT untuk dijadikan orang yang kembali fitrah.

Maka Kembali fitrah berarti kembali suci, kembali menerima iman dan Islam. Kemudian Faidzin, berarti mendapatkan kebahagiaan, karena menerima iman dan islam.

Uu lantas mengatakan, bahwa orang yang Iman Islam itu akan mendapatkan kebahagiaan dengan sendirinya dan juga kebahagiaan karena terjadinya keislahan di antara keluarga.

“Yang dulunya mungkin ada sedikit permasalahan dengan keluarga, permasalahan waris, permasalahan bisnis, permasalahan karena kesalahpahaman, kesalahpahaman karena hal-hal yang lain, maka di Idul Fitri hari ini harus diislahkan, karena momentum untuk bahagia bersama keluarga.”

“Oleh karena itu, harapan kami di Idul Fitri tahun ini harus selalu bersama keluarga. Kalaupun mau liburan, wisata, keluarga dibawa. Emak, Bapak, nenek. Dan juga harus mampu menahan emosi seandainya di saat lebaran ini ada hal-hal yang membuat kita pasea. Maka harus mempersiapkan diri berbesar hati di saat Idul Fitri, supaya kita berseri,” kata Panglima Santri Jabar in.

Dikatakan Uu, kalau ada rezeki, mau berbagi. Jangan dulu berbagi keluar dulu. Lebih baik berbagi bersama famili. Karena mungkin tidak semua keluarga besar memiliki keberuntungan dalam bidang duniawi.

“Kenapa tidak, sebelum berbagi ke tetangga, sahabat, mendingan kan kata Rasulullah SAW juga lebih baik berbagi kepada saudara daripada ke yang lain,” tukasnya.

Pun pada hari raya Iedul Fitri tahun ini, lanjut Uu, berencana akan melaksanakan Sholat Ied di Kabupaten Kuningan. Sekaligus bersilaturahmi dengan warga Kuningan dan memberikan bantuan terhadap Yatim Piatu di sana.

“Saya akan di Kuningan, persisnya di DKM Pasung Kabupaten Kuningan. Sekaligus akan memberikan bantuan 100 yatim piatu. Kemudian juga bertemu dengan para tokoh yang ada di sana sebagai salah satu cara terbangunnya silaturahmi antara pimpinan dengan masyarakat,” terangnya.

Menurutnya, Safari ke berbagai kota di Jabar, khususnya pada hari- hari besar keagamaan menjadi penting bagi seorang Pimpinan. Karena pemimpin hari ini menurutnya harus benar-benar mampu memahami denyut nadi masyarakat yang diawali dengan silaturahmi.

Tak sampai di situ, Uu juga memberikan tips mudik bagi wargi Jabar. Menurutnya ada sejumlah hal yang perlu dipersiapkan. Pertama yang harus persiapkan adalah, hati. Yakni niat mudik untuk bersilaturahmi kepada orang tua, kepada saudara.

“Dan insya Allah itu akan mendapatkan pahala,” jelasnya.

Kedua, yaitu mempersiapkan mental selama di perjalanan. Perlu antisipasi agar mental dan mood selama perjalanan terjaga dengan baik. Jangan sampai tanpa persiapan mental, akan terjadi stress ketika di perjalanan ada hambatan dan mudah terpancing emosi ketika terjadi sesuatu.

“Misalnya ada yang menyenggol, ada yang mendahului, ada yang apa nanti ada emosi tersendiri. Setelah mempersiapkan hati, lalu mental,” imbuhnya.

Ketiga, baru mempersiapkan badan yang sehat, diawali dengan tidur yang cukup, kemudian jika lelah maka beristirahat dahulu jangan dipaksakan. Keempat, kendaraan pun harus laik jalan.

“Jadi yang penting pertama niat, kedua siapkan hati dengan keikhlasan, dan yang ketiga persiapkan badan dan kendaraan,” pungkasnya. (Tengku Syafrudin)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *