Warga Miskin Karawang Dikecewakan Pemerintah, Dulu Pernah Dapat Bansos BPNT, Sekarang Gigit Jari

478

dutapublik.com, KARAWANG – Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah bantuan sosial pangan dalam bentuk non tunai dari pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang bahan pangan/e-warong yang bekerja sama dengan bank.

Rumah Sementara Karmin Dan Keluarga Pasca Rumahnya Roboh Diterjang Angin

Ironisnya salah satu warga yang tidak mendapatkan program tersebut kini mengadukan keluh kesahnya pada redaksi dutapublik.com.

Hal itu terungkap ketika tim awak media mengkonfirmasi salah satu keluarga penerima manfaat (KPM) bernama Karmin warga kelahiran Karawang Jawa Barat yang bertempat tinggal di Dusun Kedungsoga Desa Mekarpohaci Kecamatan Cilebar yang mengeluhkan penderitaan yang ia alami.

“Waktu dulu saya pernah dapat program bantuan pangan non tunai (BPNT) pak, tapi udah nggak dapat lagi,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Karmin berharap petugas yang datang jangan cuma membawa kamera saja untuk memfoto dokumennya namun tidak ada kabar bahagia.

“Iya pak petugasnya banyak yang datang cuma Poto Poto dokumen saya, ya kalau saya diurus sih pasti saya dapat (BPNT) itu pak, kan ini tidak ada,” urainya.

Di lokasi yang berbeda di Dusun Kedungsoga, seorang wanita bernama Rusti yang berstatus janda mengalami nasib yang hampir sama seperti Karmin.

Rusti Warga Kedungsoga Desa Mekarpohaci Kecamatan CilebarĀ 

Rusti yang merupakan janda tua berharap pemerintah dapat memberikan bantuan berupa program keluarga harapan (PKH). Hal itu terungkap ketika Rusti menceritakan nasib yang ia alami.

“Saya Rusti pak, saya sih berharap dapat PKH tapi saya kadang bingung pegawai datang cuma minta foto saja,” ujarnya pada awak media dutapublik.com 11 Juli 2023.

“Saya sih berharap banget pak dapat bantuan PKH, saya sudah gak usaha pak, saya udah tua, ya paling keseharian saya pergi ke sawah nyari padi (ngasag) untuk bertahan hidup,” ujarnya penuh kesedihan.

Sementara itu Surja yang diketahui sebagai TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) Cilebar, ketika dikonfirmasi oleh awak media menjelaskan bahwa kewenangan untuk mendapatkan program BPNT itu saat berada di Puskesos/Operator Desa.

“Iya pak yang mengusulkan itu bukan saya tapi operator desa /puskesos,” ucapnya.

Di waktu yang berbeda sebut saja Ayah yang berstatus sebagai Operator Desa Mekarpohaci/Puskesos dikonfirmasi terkait pengusulan dimana KPM yang akan mendapatkan program tersebut.

Ayah mengatakan pada waktu Karmin mendapat kartu BPNT dari Bank BNI ia pernah dapat namun setelah ganti kartu ke BTN dia tidak mendapatkan bantuan BPNT lagi. “Ga tau kalau masalah kenapa ga keluar, kan data BNI ke BTN bukan kita yang buat pak, itu peralihan bank,” ujarnya.

“Masalah bantuan Pemdes sudah optimal mengajukan. Kalau yang dikabulkan seperti itu, ia selalu pihak desa tidak bisa berbicara banyak. “Pemdes mah pengennya menang semua bantuan biar gak ada cemburu sosial pak,” jelasnya. (Rahmat)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *