Warga Simpang Bajole Bangun Jembatan Melalui Dana Swadaya, Buntut Kekecewaan Atas Sikap Kepala Desa

223

dutapublik.com, MADINA – Warga Desa Simpang Bajole, Kecamatan Lingga Bayu, terpaksa membangun jembatan secara swadaya setelah lebih dari satu tahun permohonan mereka kepada pemerintah desa dan daerah tak kunjung mendapat respons.

Jembatan dengan ukuran 4×6 meter ini merupakan akses vital bagi masyarakat, terutama untuk menuju perkebunan, Desa Lubuk Kancah, Kecamatan Sinunukan, serta berbagai keperluan ekonomi lainnya. Namun, meski jembatan ini sangat dibutuhkan oleh sekitar 90% warga desa, pemerintah desa tidak menunjukkan upaya untuk membangunnya.

Pak Ritonga, salah satu warga yang ikut membantu pembiayaan pembangunan jembatan, mengungkapkan bahwa masyarakat sebelumnya telah meminta Kepala Desa agar menggunakan dana desa untuk membangun jembatan ini. Namun, permintaan itu urung direalisasikan.

“Kami sudah meminta agar dana desa digunakan untuk membangun jembatan ini agar tidak membebani warga, tapi Kepala Desa justru mengatakan bahwa jembatan ini tidak ada gunanya dan tidak perlu dibangun. Padahal, ia sendiri hampir setiap hari melewati jalan ini untuk ke kebunnya,” ujar Pak Ritonga, Minggu (16/2/2025).

Karena tidak ingin terus menunggu tanpa kepastian, warga akhirnya berinisiatif membangun jembatan secara swadaya dengan dana yang mereka kumpulkan sendiri. Meski begitu, mereka tetap berharap pemerintah daerah, khususnya Bupati Mandailing Natal, dapat turun tangan dan lebih memperhatikan kebutuhan infrastruktur desa mereka.

Warga juga meminta agar pengelolaan dana desa lebih transparan dan benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. (S.N)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *