PMI Ilegal Korban Mafia TPPO Hidup Sengsara Di Saudi Arabia: Majikan Bersikeras Tidak Mau Beri Gaji

337

dutapublik.com, JAKARTA – Bisnis tindak pidana perdagangan orang (TPPO) salah satu bisnis kotor dengan modus bekerja di luar negeri sebagai asisten rumah tangga atau ART sering kali terjadi hal buruk menimpa para pahlawan devisa akibat dari proses unprosedural.

Bermacam cara dilakukan para mafia untuk menjadikan sebuah pundi pundi uang haram.

Perlu diketahui Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ilegal dan tidak memiliki kompetensi sangat lemah dalam perlindungan hukum.

Seperti halnya yang dialami Sugiarti PMI asal Karawang Jawa Barat yang diketahui saat ini di berada di negara Tempatan. Sugiarti menyempatkan waktunya untuk mengadukan langsung nasib buruknya pada posko pengaduan dutapublik.com via WhatsApp.

Haji Ayok (Tanda Lingkaran)

“Nama saya Sugiarti, sponsor saya namanya Haji ayok. Tolong saya, saya tidak punya banyak waktu lagi untuk bercerita lebih panjang. Yang pasti saya tidak digaji selama empat bulan saya di maki maki pak sama madam nya. Saya pun sudah mengadu sama Haji Ayok tapi dia gak respon pak, tolongin saya pak bahkan saya mau diusir koper saya juga sudah disiapin sama si madamnya suruh pergi,” ujarnya dengan nada tangis.

Ayok yang diketahui selaku sponsor PMI/TKW ilegal bungkam ketika dikonfirmasi oleh awak media dutapublik.com.

Tak cukup sampai di situ saja, tim awak media mengkonfirmasi Madam/majikan dari Sugiarti via WhatsApp. Sebut saja madam Bandri yang diketahui selaku tuan rumah atau majikan.

Ketika dikonfirmasi oleh awak media justru ia menantang keras menunggu polisi datang ke rumahnya. Ketika ditanya soal gaji yang tidak dibayar olehnya pada pahlawan devisa, Madam Bandri mengatakan bahwa Sugiarti tidak becus bekerja. “Sugiarti tidak becus kerja. Itu sebabnya saya tidak memberinya gaji,” ujar Madam Bandri, Jumat (8/12/2023).

Bahkan Madam Bandri menantang kepolisian Saudi Arabia agar datang gara-gara dia memberikan ga.ji untuk pahlawan devisa tersebut. “Ok i wait you i see what you do (Oke, saya tunggu, aku lihat apa yang kamu lakukan),” tantang Madam Bandri.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *