dutapublik.com, GARUT – H. Aceng Rony Sahybana, S.Pd., M.Si., AIPO., salah satu Kader Partai Demokrat dan juga sebagai Wakil Ketua Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat, angkat bicara terkait wacana Pemerintah akan menerapkan Pajak Sembako.
Ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp oleh awak media, terkait pendapatnya tentang wacana Sembako yang akan dikenakan pajak, Aceng menilai, bahwa kebijakan tersebut adalah kebijakan yang sangat aneh.
“Menurut pemikiran saya pribadi, ini kebijakan yang aneh, kebutuhan pokok yang menyangkut hajat hidup orang banyak, yaitu Sembako akan di kenakan PPN 12 % kurang lebih. Sembako yang merupakan kebutuhan hidup sehari-hari kita, yang tidak mengenal status sosial, entah yang kaya, menengah, bahkan yang dianggap miskin pun tetap membutuhkan Sembako, bisa dikatakan sembako ini menyangkut perut orang mayoritas,” ujarnya.
Apalagi dalam kondisi seperti sekarang ini, kata Aceng, sudah setahun lebih masyarakat dalam kesulitan untuk mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari, diakibatkan oleh krisis Pandemik Covid-19.
“Ini yang jadi catatan dan aneh bagi saya pribadi dan mungkin bagi khalayak umum. Kenapa Pemerintah punya pemikiran untuk mengenakan pajak pada Sembako. Sementara, pajak masuk barang mewah Mobil dan barang mewah lain-lain PPN BM nya di nol %, yang notebenenya digunakan dan dipakai oleh orang-orang yang sudah kelebihan isi dompet.”
“Terus terang saya tidak habis pikir dengan Pemerintahan sekarang. Konsep apa yang ada di benak mereka dan ada apa dengan wacana menerapkan pajak pada Sembako yang merupakan hajat khalayak umun,” imbuhnya.
Aceng membeberkan, bahwa kalau mengetahui isi Pancasila dan Butir-Butirnya, di dalamya banyak yang patut kita renungkan, salah satunya sila ke 4 no 8, Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
No 9, Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi Harkat dan Martabat Manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
Sedangkan, lanjut Aceng, Pancasila sila ke 5, yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Di lihat dari sila ke 5 saja, menurutnya, seharusnya sudah bisa merasakan bahwa Pemerintah tidak berlaku adil terhadap rakyatnya.
“Untuk itu, saya mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia banyak banyak berdo’a agar supaya wacana yang memberatkan rakyat ini batal dan semoga Covid-19 yang telah banyak memakan korban, segera hilang dari muka Pertiwi ini. Aamiin,” pungkasnya. (yaman)





