dutapublik.com, PURWAKARTA -Meningkatnya kasus aktif Covid-19 di Wilayah Kabupaten Purwakarta, terutama terjadi kasus baru di Klaster Industri, membuat Ketua Umum Ormas Gerakan Masyarakat Purwakarta Bersatu (GMPB) yang juga sebagai Penggiat Anti Covid-19, angkat bicara.
Kepada Media, Ketum Ormas GMPB Andi, S.H., di Ruang Kerjanya, pada Rabu (16/6) mengatakan, wilayah Kabupaten Purwakarta untuk penambahan angka yang terkonfirmasi positif sangat signifikan pada minggu ini.
“Dampaknya kita bisa melihat Rumah Sakit yang menjadi rujukan Pasien Covid-19 semua penuh,” katanya.
Andi berharap, Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Purwakarta segera melakukan 3T.
“Saya berharap Satgas Covid-19 Kabupaten Purwakarta mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 serta mempercepat melakukan 3T,” tegasnya.
Berdasarkan Data yang Ia himpun dan dapatkan, dalam dua pekan terakhir, angka terkonfirmasi Positif justru terjadi pada klaster Perusahaan atau Industri yang menempati angka paling tinggi serta menunjukkan lonjakan yang luar biasa.
Oleh karena itu, menurut Andi, perlu dilakukan langkah-langkah yang komprehensif dari Satgas Covid-19 untuk meninjau ulang dan melakukan pengawasan agar memperketat Prokes di tempat Industri
“Jangan hanya Cafe, Tempat wisata dan Hajatan masyarakat saja yang menjadi sasaran Satgas untuk pemeriksaan Prokes. Justru mereka Pengelola dan Pengunjung sangat memperhatikan akan Prokes.”
“Perlu dicatat juga, kalau untuk dibatasi Pengunjungnya agar tidak terjadi kerumunan di tempat Hajatan, Cafe dan Wisata saya sangat setuju. Tapi kalau dibatasi waktunya saya ada pertanyaan, apakah Covid itu menyerang pada waktu tertentu di malam hari ? Kalau iya, kenapa Shift kerja malam di Perusahaan tidak dievaluasi oleh Satgas Covid,” pungkasnya. (SS)





