Pekanbaru, Kotaku Yang Semrawut: Banyak PR Untuk Pemerintah Dan Masyarakat

133

dutapublik.com, PEKANBARU – Perkembangan zaman sering kali memengaruhi pola pikir serta karakter masyarakat di suatu daerah, termasuk di Kota Pekanbaru. Kota Bertuah yang terus berkembang justru mengalami kemunduran dalam hal kepedulian sosial dan kontrol masyarakat.

Apakah ini terjadi karena masyarakat mulai bosan dan jenuh dengan janji-janji pemerintah, baik Pemerintah Provinsi Riau maupun Pemerintah Kota Pekanbaru? Akibatnya, banyak yang mulai bersikap apatis dan tidak peduli terhadap kondisi kota.

Seorang warga berinisial Mr, yang mengaku berdomisili di Sidomulyo, mengungkapkan kekecewaannya kepada awak media.

“Kami sudah bosan membahas masalah kota ini. Lihat saja, semua semrawut dan berjalan semaunya sendiri. Jalanan macet, kendaraan besar seperti truk kayu bertonase tinggi, bus umum, angkutan alat berat, dan kendaraan besar lainnya dengan bebas melintas di Jalan Soebrantas, Tabek Gadang. Padahal, dulu hanya diperbolehkan lewat pada tengah malam. Macet parah di sini. Belum lagi sampah yang dibuang sembarangan, jalanan berlubang di mana-mana, rawan banjir saat hujan, serta banyaknya pak ogah dan pengamen di setiap putaran jalan dan lampu merah. Dulu tidak seperti ini,” keluhnya, Minggu (16/3/2025).

Menurutnya, kondisi ekonomi yang sulit semakin diperburuk oleh tata kelola kota yang kacau.

“Mencari uang saja susah, ditambah lagi situasi kota yang semrawut. Jalan yang sudah bagus malah dilubangi, tapi tidak dirapikan kembali seperti semula. Kalaupun diperbaiki, kualitasnya asal jadi. Tak lama kemudian, jalan yang sama dilubangi lagi, dan terus seperti itu. Semoga kepala daerah yang baru bisa menepati janjinya,” harap Mr.

Sementara Ketua DPP LSM BERANTAS, melalui Kabid Humas dan Informasi Erick D. Simanjuntak, S.H., membenarkan bahwa pihaknya telah menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait berbagai permasalahan di Kota Pekanbaru.

“Kami menerima banyak laporan dari warga, mulai dari jadwal kendaraan besar yang seharusnya melintas di Jalan Ring Road Kubang tetapi kini bebas melewati Jalan Soebrantas, sampah yang berserakan di titik-titik yang bukan tempatnya, hingga jalanan rusak yang sudah memakan korban jiwa. Selain itu, ada juga pengamen dan anak-anak yang mengamen di beberapa titik lampu merah, termasuk di depan rumah dinas Gubernur Riau. Keberadaan pak ogah di beberapa putaran jalan juga menjadi keluhan warga,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Erick juga menyoroti dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi oleh truk industri roda 10 ke atas di SPBU serta penyalahgunaan gudang sebagai tempat penyimpanan BBM ilegal yang berisiko membahayakan lingkungan sekitar.

“Baru-baru ini, sebuah gudang milik seseorang berinisial W yang diduga menampung BBM ilegal terbakar. Namun, kami masih menunggu perkembangan penyelidikan lebih lanjut. Selain itu, ada juga masalah rokok ilegal dan penyelundupan barang, seperti kasus penyelundupan gula yang diduga melibatkan oknum pimpinan Bea Cukai. Belum lagi maraknya aktivitas tambang ilegal (quarry) sejak proyek pembangunan jalan tol dimulai,” paparnya.

DPP LSM BERANTAS saat ini tengah mengumpulkan data dan bukti-bukti di lapangan untuk dilaporkan kepada aparat penegak hukum.

“Kami akan menindaklanjuti temuan ini hingga ke pusat, Jakarta, karena ada indikasi keterlibatan oknum yang membackup kegiatan ilegal tersebut. Tim investigasi kami sudah bergerak mengumpulkan data, bukti, dan saksi. Kami berharap ada dukungan dari pemerintah dan masyarakat agar bersama-sama bersinergi menghadapi persoalan kompleks yang terjadi di Pekanbaru,” tegas Erick.

Tak hanya itu, Erick juga menyinggung maraknya pergaulan bebas dan fenomena LGBT yang mulai menyasar remaja di Pekanbaru.

“Permasalahan ini semakin kompleks. Oleh karena itu, kami sedang mengatur jadwal untuk bersilaturahmi dengan Gubernur Riau dan Wali Kota Pekanbaru guna membahas solusi. Kami berharap pertemuan ini segera terealisasi, meskipun saat ini masih dalam situasi bulan suci Ramadan dan beberapa wilayah di Pekanbaru sedang mengalami banjir,” pungkasnya. (Redaksi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *