dutapublik.com, KARAWANG – Beberapa tahun yang lalu, telah terjadi penyimpangan sejarah terkait keberadaan Makam Syekh Quro, yang diduga kuat akibat fatwa ngawur oknum Habib yang diamini oleh oknum mantan pejabat Pemda Karawang. Mereka menyatakan bahwa keberadaan Makam Syekh Quro berada di belakang Masjid Agung, Karawang Barat Provinsi Jawa Barat, tanpa bukti otentik sejarah yang disuguhkan.
Padahal, berdasarkan bukti otentik sejarah berupa manuskrip surat pernyataan dari Keluarga Besar Pangeran Jayakarta, nomor: 2-062/KB/PMPJA/XII/II/1992, tanggal 5 November 1992, yang ditandatangani langsung oleh Putra Mahkota Pangeran Jayakarta Adiningrat XII, jelas menyatakan bahwa keberadaan Makam Syekh Quro, berada di kampung Pulobata Desa Pulokalapa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat.
Hal itu diperkuat oleh pengakuan dari Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran, selaku Patih Kesultanan Kanoman Cirebon, saat mengunjungi Makam Syekh Quro, pada Minggu (12/10/2025) dini hari.
“Saya berangkat dari Keraton Kanoman Cirebon beserta rombongan untuk bersilaturahmi ke Makam Syekh Quro, ini. Kita ziarah ke Makam Syekh Quro, ini mudah-mudahan kita selalu diberikan kesehatan, diberikan Barokah, Karomah, dan Syafaatnya. Aamiin,” ujarnya.
Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran, menuturkan bahwa jangan sampai keberadaan Makam Syekh Quro, diakui ada dua lokasi.
“Segera siapkan data-data otentik yang komplit, agar kami bisa menentukan dengan menurunkan SK tentang keberadaan Makam Syekh Quro, ini. Agar penyimpangan-penyimpangan sejarah tidak terulang lagi di kemudian hari. Nanti dari tim 6 Keraton Kanoman yaitu Pangeran Rahmat, yang akan memfasilitasi segala sesuatunya, agar harapan yang disampaikan tadi bisa terpenuhi,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Pangeran Rahmat, selaku ketua tim 6 Keraton Kanoman menambahkan bahwa tugas dari tim 6 Keraton Kanoman, salah satunya yaitu untuk meluruskan sejarah terkait keberadaan Situs.
“Saya sekarang mendapat tugas dari Gusti Patih, sebagai ketua tim 6 Keraton Kanoman. Salah satu tugas pokoknya mendata, dan mencatat bila ada Situs-Situs, yang mana masyarakatnya sangat antusias tetapi pemerintahannya memandang sebelah mata,” imbuhnya.
Pangeran Rahmat, memberikan apresiasi kepada para pengurus Makam Syekh Quro, terkait permintaan diterbitkannya SK tentang keberadaan Makam Syekh Quro.
“Tadi ada keinginan dari pengurus Situs Makam Syekh Quro, bahwa ingin dibuatkan SK dari Keraton Kanoman. Kami sebagai tim 6 membuka diri dan menunggu kehadiran Bapak-Bapak di Keraton Kanoman, dengan membawa data-data konkrit. Silahkan kami tunggu kedatangannya. Semoga bisa cepat terlaksana,” ucapnya.
Diketahui, kedatangan Patih Kesultanan Kanoman Cirebon Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran, didampingi oleh rombongan sebanyak 3 Bus, dan turut didampingi oleh tim Jagabayan, dari Cikarang-Bekasi. (Nendi Wirasasmita)





