dutapublik.com, MINAHASA –Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 yang dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus Tim Penggerak PKK Kecamatan Langowan Barat digelar di Balai Desa Tumaratas Dua, Senin (9/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WITA tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI–Polri, tenaga kesehatan, serta para kader TP PKK se-Kecamatan Langowan Barat.
Acara diawali dengan ucapan selamat datang, dilanjutkan penghayatan Lagu Indonesia Raya dan Mars PKK. Selanjutnya, prosesi pelantikan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Kepala Seksi PMD, Eva Sigar, kemudian dilanjutkan pelantikan pengurus TP PKK oleh Camat Langowan Barat selaku Ketua Pembina TP PKK, Donald Lumingkewas, S.Pt., M.AP., sekaligus penyerahan SK kepada para pengurus yang baru.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Minahasa, Drs. Riviva Maringka, M.Si., dalam arahannya menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis untuk menyelaraskan usulan masyarakat dengan program pembangunan daerah. Menurutnya, perencanaan yang tepat menjadi kunci agar pembangunan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Di kesempatan yang sama, Camat Langowan Barat Donald Lumingkewas menekankan pentingnya peran TP PKK dalam mendukung program pembangunan berbasis keluarga. Ia menyebut sinergi antara perencanaan pembangunan dan gerakan PKK harus terus diperkuat demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dukungan lintas sektor juga disampaikan oleh Danramil 1302/09 Langowan, Kapten Inf. Lendy Lengkey, serta Kepala Puskesmas Tumaratas, dr. Recky Lalujan, yang menyoroti pentingnya kolaborasi dalam menjaga stabilitas wilayah dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Turut hadir Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemkab Minahasa Tommy Wuwungan, perwakilan Bapelitbangda Edwin Rumondor, S.H., Kapolsek Langowan Barat IPDA Afri A. Saumana, S.Pd., beserta anggota, para hukum tua se-Kecamatan Langowan Barat, serta jajaran TP PKK.
Kegiatan ditutup dengan doa dan ramah tamah. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga selesai pada pukul 13.00 WITA. Sinergi lintas sektor menjadi penegasan bahwa pembangunan daerah harus dimulai dari perencanaan yang matang dan partisipatif. (Effendy)





