Program MBG Karawang Disorot: Warga Temukan Ubi Berjamur dan Telur Kotor di SPPG Dawuan Barat 1

140

dutapublik.com, KARAWANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi solusi perbaikan gizi masyarakat di Kabupaten Karawang kini mendapat sorotan serius. Temuan di lapangan menunjukkan adanya penyajian makanan yang diduga tidak layak konsumsi di Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) Dawuan Barat 1.

Berdasarkan laporan yang diterima redaksi pada Jumat (13/03), masyarakat penerima manfaat menemukan sejumlah bahan makanan yang kondisinya memprihatinkan dan berpotensi membahayakan kesehatan.
Alih-alih mendapatkan asupan makanan sehat dan bergizi, sebagian penerima manfaat justru mengaku menerima makanan yang kualitasnya sangat rendah dan tidak layak dikonsumsi.

Daftar Temuan di Lapangan
Seorang penerima manfaat yang menjadi saksi mata mengungkap beberapa temuan terkait menu makanan yang dibagikan oleh SPPG Dawuan Barat 1, di antaranya ubi ungu berjamur.

Ditemukan ubi ungu yang mengeluarkan aroma asam dan diduga telah ditumbuhi jamur. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko keracunan jika dikonsumsi.

Telur rebus masih terdapat kotoran ayam
Telur rebus yang dibagikan diduga tidak melalui proses pencucian yang higienis.

Pada kulit telur masih terlihat sisa kotoran ayam, yang menunjukkan proses penanganan bahan pangan tidak dilakukan dengan baik.

Buah pear busuk. Buah yang seharusnya disajikan dalam kondisi segar justru ditemukan dalam keadaan busuk dan tidak layak untuk dikonsumsi.

Ironisnya, ketika sejumlah warga mencoba mempertanyakan kualitas makanan tersebut kepada pihak pengelola SPPG Dawuan Barat 1, respons yang diterima dinilai kurang memuaskan.

Beberapa warga mengaku tidak mendapatkan penjelasan yang jelas ataupun upaya evaluasi dari pihak pengelola. Sikap tersebut dinilai tidak mencerminkan tanggung jawab sebagai penyedia layanan publik.

Selain kualitas makanan, warga juga menyoroti adanya dugaan ketidaksesuaian antara laporan menu yang disampaikan secara administratif dengan kondisi makanan yang benar-benar diterima masyarakat.

Ketidaksinkronan tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius dari instansi terkait agar program pemerintah yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat tidak justru menimbulkan masalah baru.

Salah seorang penerima manfaat menyampaikan kekecewaannya. “Kami rakyat, bukan tempat pembuangan makanan sisa atau makanan yang sudah tidak layak. Jika ini disebut program makan bergizi, di mana letak gizinya jika makanannya berjamur dan kotor?” ujarnya.

Redaksi berharap Pemerintah Kabupaten Karawang bersama dinas terkait segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur SPPG Dawuan Barat 1.
Pengawasan ketat diperlukan agar anggaran negara yang dialokasikan untuk program Makan Bergizi Gratis benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, bukan justru membahayakan kesehatan penerima manfaat. (Acil)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *