dutapublik.com, MEMPAWAH – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Kondisi ini terlihat dari antrean panjang kendaraan di POM mini milik Deni yang berada di Desa Sungai Duri I, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah.
Berdasarkan hasil pengamatan langsung tim media Dutapublik.com di lokasi, antrean kendaraan roda dua terlihat mengular sejak pagi hari. Warga rela menunggu cukup lama demi mendapatkan bensin di POM mini milik Deni yang dijual Rp13 ribu per liter.
Salah satu warga setempat, Mardi, mengatakan bahwa saat ini masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan BBM. Bahkan, kelangkaan bensin dirasakan di beberapa daerah mulai dari Kota Singkawang hingga Kabupaten Mempawah.
“Sekarang susah sekali cari bensin. Dari Singkawang sampai Mempawah juga sama, banyak yang kosong,” ujar Mardi saat ditemui di lokasi antrean, Minggu (15/3/2026).
Berdasarkan keterangan sejumlah masyarakat, mereka harus merogoh kocek Rp13 ribu sampai Rp14 ribu per liter untuk membeli pertalite di sejumlah POM Mini yang masih beroperasi.
Akibat kondisi tersebut, banyak warga terpaksa mencari BBM ke berbagai tempat, termasuk membeli di POM mini dengan antrean yang cukup panjang.
Sementara salah satu warga yang meinta namanya disembunyikan mengatakan bahwa salah satu SPBU di Kabupaten Bengkayang menjual Pertamax hingga Rp20 ribu per liter, adapun untuk pertalite belum tersedia karena kelangkaan BBM saat ini.
Untuk itu warga berharap pasokan BBM di wilayah tersebut segera kembali normal sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu, terutama bagi mereka yang bergantung pada kendaraan untuk bekerja dan menjalankan aktivitas sehari-hari. (Mat Zeni)





