dutapublik.com, BEKASI – Maraknya dugaan aksi pemerasan yang dilakukan oknum mengaku wartawan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pengusaha limbah rongsok di wilayah Bekasi mendapat sorotan dari Ketua Satgas Paguyuban Swara Nasional, Arman Adi Wijaya.
Keluhan tersebut disampaikan sejumlah pelaku usaha yang mengaku kerap didatangi oknum tertentu yang mengatasnamakan media massa untuk meminta sejumlah uang secara rutin. Modus yang digunakan beragam, mulai dari alasan biaya operasional hingga
uang bensin kendaraan.
Menanggapi hal itu, Arman Adi Wijaya menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan profesionalisme insan pers dan justru mencoreng nama baik profesi wartawan.
“Jika memang ditemukan adanya kesalahan atau hal yang perlu disoroti, seharusnya disampaikan melalui pemberitaan yang benar dan profesional, bukan dijadikan alat untuk melakukan pemerasan demi keuntungan pribadi,” ujar Arman, Kamis (15/05/2026).
Ia meminta aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas terhadap oknum yang diduga melakukan praktik pemerasan dengan mengatasnamakan profesi wartawan.
Menurutnya, wartawan memiliki tugas mulia dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan objektif kepada masyarakat, bukan memanfaatkan profesi untuk menekan atau menakut-nakuti pelaku usaha.
“Tindakan seperti ini sangat merusak citra jurnalis yang selama ini bekerja sesuai kode etik dan Undang-Undang Pers,” tegasnya.
Arman juga mengimbau para pelaku usaha agar tidak takut melapor apabila mengalami intimidasi maupun dugaan pemerasan oleh oknum tertentu yang mencatut nama media atau organisasi pers. (SM Migung)





