PWNU Kalbar Luncurkan Program Pemberdayaan Pesantren Mandiri Di Kabupaten Mempawah

622

dutapublik.com, MEMPAWAH – Pada Minggu (19/9), dilaksanakan Kegiatan peluncuran Program Pemberdayaan Pesantren Mandiri (P3M) di Yayasan Riadhul Ulum Jl. Karya Usaha Kelurahan Sungai Pinyuh Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat.

Sulhan,S.Ag., selaku Ketua MWC NU Sungai Pinyuh sekaligus Pengasuh Yayasan Riadhul Ulum berterima kasih atas kepercayaan PW NU Kalbar yang telah menjadikan yayasan Riadhul Ulum sebagai tampat peluncuran Program P3M tersebut.

“Atas nama MWC NU Sungai Pinyuh dan Yayasan Riadhul Ulum, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat yang telah memberikan kepercayaan kepada kami sebagai tuan rumah dalam acara peluncuran Program Pemberdayaan Pesantren Mandiri ini.”

“Semoga amanah yang diberi dapat kami jalankan sebaik mungkin. Sehingga dapat terciptanya Pesantren Mandiri sesuai dengan apa yang dicita-citakan dalam program P3M ini,” ungkapnya.

Di kesempatan yang berbeda, H. Hasyim Hadrawi selaku sekertaris Tanfidziyah PWNU Kalbar, berharap dengan adanya Program P3M semua Pondok Pesantren dapat menuju kemandirian.

Keterangan Gambar 2 : Sulhan, S.Sg., Ketua MWC NU Sungai Pinyuh Sekaligus Pengasuh Yayasan Riadhul Ulum Saat Memberikan Sambutan

“P3M itu adalah Gugus Segitiga dari PWNU yang membidangi Pemberdayaan Pesantren. Jadi, kita berharap Pondok-Pondok Pesantren ini menuju kemandirian. Sedangkan untuk menuju kemandirian itu sendiri dibutuhkan hasil-hasil, akan apa yang diidolakan Pesantren,” urainya.

Dikatakannya, Di Pondok Ustadz Sulhan kaitannya dengan pasar. Sehingga itu identik dengan Toko Sembako dan lain sebagainya.

“Jadi, P3M nanti kita berikan tugas untuk meningkatkan kemandirian Pondok Pesantren sesuai dengan keadaan Pondok Pesantren tersebut,” imbuhnya.

Sementara, Ketua Bidang Ekonomi PW NU Kalbar Hermawansyah menjelaskan, bahwa P3M merupakan unit di bawah struktur PWNU yang dikoordinasi oleh bidang ekonomi.

Di mana tujuanya untuk mematahkan kompetensi dan kebutuhan yang ada di Pondok Pesantren dalam rangka menyambut peluang program Pemerintah. Saat ini Pemerintah sudah berkomitmen dalam memberikan peluang kemandirian terhadap Pesantren.

Keterangan Gambar 3 : Poto Bersama Usai Kegiatan Di Yayasan Riadhul Ulum

Hal tersebut sesuai dengan mandat Undang-Undang Pesantren serta juga selaras dengan program Kementerian Agama. Di mana tentang Kemandirian Pesentren pada saat ini merupakan program yang diprioritaskan oleh Kemenag yang selanjutnya juga baru-baru ini Pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden yang mengatur tentang Dana Abadi Pesantren.

Jadi, Pemerintahan Indonesia sekarang ini jelas politik kebijakannya untuk Pembenihan Pesantren.

“Dengan adanya hal tersebut, kami kemudian di PWNU Kalbar menyambutnya dengan membuat unit khusus yang namanya P3M ini. Setidak-tidaknya kami ini ingin pertama pendataan database karena database Pesantren ini juga merupakan suatu soal yang klasik.”

“Kita bisa tahu keadaan masing-masing Pondok Pesantren potensi dan kebutuhannya. Karena di setiap Pondok Pesantren ini kan tidak bisa kemudian disentuh dengan program-program yang sama tidak bisa pukul rata tidak bisa harus sesuai dengan potensi dan karakteristik yang ada di Pesantren tersebut,” terangnya.

Hermawansyah berharap, melalui program P3M tersebut dapat meningkatkan silaturahmi antar sesama Kiyai, Ustadz di ruang lingkup Pesantren yang ada, baik tingkat Kabupaten maupun Provinsi Kalbar umunya. (Pathol Kurib)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *