Mengenang Tragedi G30 S PKI, MA Riyadhul Ulum Gelar Nobar

558

dutapublik.com, MEMPAWAH – Siswa MA Riyadhul Ulum, pada Sabtu (2/10), menggelar Nonton Bareng (Nobar) Film pengkhianatan G3O S PKI, di Aula MA Riyadhul Ulum yang beralamat di Jl. Karya Usaha Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Majelis Perwakilan Kelas (MPK) dan PK IPNU IPPNU MA Riyadul Ulum Sungai Pinyuh.

Tujuannya mengingat kembali kekejaman yang dilakukan oleh pengkhianatan Partai Komunis Indonesia (PKI) kepada para Pejuang kemerdekaan Indonesia. Dengan tujuan, supaya para Pemuda atau Pelajar menyadari dan tidak mudah terbujuk oleh ideologi-ideologi Paham Komunis.

Acara tersebut, juga dihadiri oleh kepala sekolah MA Riyadhul Ulum Fuadi S.Pd.I., Ketua PAC IPNU Sungai Pinyuh Fariski dan Ketua Domisioner PAC IPNU Sungai Pinyuh Fathul Qorib Sekaligus sebagai pemateri pada acara tersebut.

Di sela penyampaian materi, Fathul Qorib mengajak para siswa untuk memahami dan mengetahui sejarah yang ada di Indonesia.

“Kata Presiden pertama kita Ir. Soekarno pernah mengatakan Jangan Lupakan Sejarah. Pernyataan ini sangat penting sekali kita cerna dan dipahami agar kita sadar sebagai regenerasi bangsa.”

“Penting sekali mengetahui serta memahami sejarah hal tersebut, bukan tanpa alasan, dalam artian dengan mengetahui sejarah, kita bisa mengantisipasi agar peristiwa-peristiwa kelam yang terjadi di masa lalu tidak terjadi lagi pada masa kita,” ungkapnya.

Dengan memahami dan mengetahui sejarah, lanjut Fathul Qorib, seyogianya potensi yang ada dalam diri bisa dikembangankan dalam hal positif.

“Kita juga bisa jadikan bahan evaluasi buat diri kita untuk mempersiapkan potensi diri dan kemampuan dalam bidang keilmuan agar masa depan bangsa kita bisa lebih baik dan maju seperti negara lainya,” tambahnya.

Fathul Qorib juga menegaskan kepada siswa yang hadir untuk sadar diri akan perannya sebagai regenerasi bangsa.

“Kita ini merupakan regenerasi bangsa Indonesia baik buruknya bangsa ini ke depan tergantung pemudanya saat ini.”

“Maka buat diri saya pribadi dan kita semua ayo sama-sam kita berbenah, ayo kita evaluasi diri kita, ayo kita perbaiki diri kita dan bersungguh-sungguh dalam belajar agar di masa depan kita bisa memberikan kontribusi yang nyata dengan menjadi regenerasi bangsa yang berguna,” ajaknya.

Dikatakan Fathul Qorib, jadikan setiap peristiwa itu sebuah pembelajaran, tidak hanya fokus di tragedi G30 S PKI.

“Ingat, pada masa kolonial bangsa kita dijajah lebih dari 3 abad lamanya dan ini juga perlu kita ketahui sebagai pembelajaran bagi kita dan sebagai pendorong semangat kita dalam menuntut ilmu,” pungkasnya. (Sandi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *