Pengaspalan Jalan Desa Sumbersari Diduga Banyak Kecurangan, Gatot: Itu Uang Rakyat

430

dutapublik.com, BEKASI – Proyek pengaspalan di Desa Sumbersari Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi yang sudah rampung kurang lebih seminggu yang lalu, dikritisi warga dan anggota LSM IKAPUD NUSANTARA DPC Pebayuran, karena diduga tidak maksimal dalam proses pengerjaannya, sehingga pekerjaan pengaspalan yang menelan anggaran hingga Rp. 149 juta lebih itu, kualitasnya diduga rendah dan tidak melekat dengan baik.

Diketahui, selaku pelaksana pengerjaan pengaspalan tersebut adalah CV. ADHI KARYA PERSADA, yang pengerjaannya dilakukan pada malam hari, dimulai sekitar pukul 22.00 WIB sampai dengan selesai.

Hal itu, akhirnya menimbulkan kritikan dari salah satu warga sekitar bernama Lutfi. Ia menuturkkan kepada awak media dutapublik.com, terkait pengerjaan aspal tersebut ada yang janggal, seperti kesalahan penulisan Nama Desa dalam papan informasinya dan kurangnya penerangan waktu pengerjaan, sehingga pengerjaan pengaspalan kualitasnya dianggap tidak maksimal.

“Pada saat pengerjaan pun saya rasa kurang efektif dari mulai waktu pengerjaannya pada malam hari, juga tidak terlihatnya menggunakan Kompresor untuk membersihkan debu atau minimal tukang sapu.”

“Juga dilihat di papan informasi beda dengan lokasi yang dikerjakan, di plang itu dari Teluk Haur sampai Teluk Ambulu, sedangkan ini Desa Sumbersari, dan aspalnya pun kurang melekat dengan baik,” ungkapnya, pada Rabu (13/10).

Selaku warga, lanjut Lutfi, dirinya berharap agar semua proyek pembangunan yang berjalan di Kabupaten Bekasi, pengawasannya harus diperketat agar hasilnya jadi maksimal.

Keterangan Gambar 2: Papan Informasi Proyek Salah Nama Desa

“Saya harap semua pengawas dari Dinas terkait untuk lebih memperhatikan lagi, jangan sampai uang masyarakat Mubadzir. Udah jadi tapi tidak dirasakan seperti apa yang diharapkan masyarakat,” tambahnya.

Hal Senada juga disampaikan oleh Gatot selaku Panglima LSM IKAPUD NUSANTARA DPC Pebayuran, dirinya juga merasa kecewa ketika melihat hasil pengaspalan di Desa Sumbersari tersebut.

“Kami menduga aspal tersebut tidak sesuai spek, terlihat dari hasilnya yang masih kasar dan tipis,” ujarnya.

Gatot menegaskan, bahwa dirinya sebagai kontrol sosial akan mempertanyakan terkait pekerjaan pengaspalan tersebut kepada Dinas terkait yang dianggapnya tidak serius ikut mengawasi.

“Menurut saya, pengaspalan itu kualitasnya tidak sesuai. Diduga banyak kecurangan-kecurangan dan banyak kesalahalan-kesalahan dalam pengerjaannya itu orang proyek.”

“Saya sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat akan mendorong ke pihak Dinas, seperti apa itu kualitas pengaspalannya. Karena itu anggarannya besar dan itu adalah uang rakyat,” tegasnya. (Iwan Ridwan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *