dutapublik.com, TOMOHON – Walikota Tomohon yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Tomohon Ir. Enos Pontororing, M.Si., menghadiri dan membuka kegiatan Seleksi Calon Pekerja Migran Indonesia Kota Tomohon ke Jepang. Kegiatan ini dilaksanakan di Grand Master Resort Tomohon, Rabu (8/12).
Walikota Tomohon dalam sambutan yang dibacakan Asisten II menyampaikan masalah ketenagakerjaan dari waktu ke waktu diperkirakan masih akan tetap diwarnai dengan tingkat pertumbuhan angkatan kerja yang tinggi serta terbatasnya kesempatan kerja yang tersedia.
“Kondisi ini disebabkan oleh faktor sosial, faktor ekonomi dan sosial budaya. Berdasarkan data yang ada, masih tingginya angka pengangguran di Kota Tomohon seiring bertambahnya lulusan SLTA, dan Sarjana yang setiap tahunnya tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja yang cukup berakibat bertambahnya jumlah pengangguran,” tukas Enos.
Menurutnya, begitu juga dengan keinginan untuk menjadi PNS mengakibatkan kurang diminatinya pekerjaan-pekerjaan sektor informal yang sebenarnya memiliki peluang usaha yang baik untuk dikembangkan.
“Dengan berkurangnya minat para pemuda menjadi seorang petani, padahal sektor pertanian memiliki potensi penyerapan tenaga kerja yang besar dan prospek yang menjanjikan,” urainya.
Sesuai data tahun 2020 untuk pengangguran terbuka di Kota Tomohon adalah sebanyak 4.416 orang atau 8,99% dari angkatan kerja sebesar 49.614 orang, angka ini masih cukup tinggi sehingga diperlukan kerja keras serta kerjasama banyak pihak untuk dapat menurunkan pengangguran yang dimaksud.
Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut Dinas Tenaga Kerja kota Tomohon bekerja sama dengan lembaga pelatihan kerja (LPK) yang ditunjuk melaksanakan seleksi / penerimaan calon pekerja migran indonesia (CPMI).
“Bagi pencari kerja yang memenuhi syarat akan mengikuti pendidikan dan pelatihan menyangkut bahasa dan budaya negara jepang dan korea serta keterampilan teknis sesuai yang diminati selama 4 sampai dengan 6 bulan yang akan dilaksanakan oleh lembaga pelatihan kerja (LPK) yang ditunjuk,” jelasnya.
“Peluang kerja di luar negeri ini dapat dimanfaatkan oleh para pencari kerja muda untuk bekerja di luar negeri demi meningkatkan perekonomian serta dapat menurunkan angka pengangguran di kota tomohon tercinta ini,” tutup Enos.
Sementara itu Dinas Tenaga Kerja Kota Tomohon, diharapkan dapat lebih proaktif untuk menyampaikan peluang kerja kepada masyarakat pengangguran di Kota Tomohon terutama peluang kerja di luar negeri.
Pada kesempatan ini, dilaksanakan
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Dinas Tenaga Kerja Kota Tomohon yang diwakili oleh Kadisnaker dengan Pihak JGEC, yang diwakili Pimpinan JGEC tentang kerjasama penyiapan penempatan calon pekerja migran Indonesia ke Jepang melalui jalur SSW.
Turut Hadir Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tomohon Sjerly Bororing, SP., MM., Pimpinan Jayadi Global Education Center (JGEC) Ibu Desie Triaryani, Pimpinan JGEC Cabang Manado Ibu Fourlen Mintje, Pimpinan LPK Ganbate Ibu Margareta Kaunang, Pimpinan LPK Kawanua Korea Michael Sigarlaki, serta Para Peserta Calon Pekerja Migran Indonesia Tahun 2021. (EffendyV.Iskandar)





