dutapublik.com, SUMENEP – Upaya antisipasi lonjakan COVID-19 serta mengantisipasi varian baru COVID, Pemerintah Desa Saronggi Kabupaten Sumenep menggelar vaksinasi gratis di rumah tokoh masyarakat, yaitu Ma’ani bersama Hj. Tri Wahyuni Siyantatik selaku Bidan Puskesmas Saronggi, Sertu Suparjo Pelaksana Kecamatan Syaiful Anwar, AKP Joni Wahyudi selaku Polsek Saronggi, Bhabinkamtibmas Aiptu Aryono, S.H. dan kepala Desa Saronggi Nintawi, pada Senin (27/12).
Nintawi menyampaikan, vaksinasi gratis ini merupakan ikhtiar untuk mendukung program pemerintah dalam percepatan vaksinasi serta memutus mata rantai penyebaran COVID-19.
“Vaksin gratis ini dilakukan di rumah Ibu Ma’ani tokoh masyarakat Saronggi. Untuk menjaga serta mengantisipasi COVID varian baru dan Alhmdulillah dapat respon positif dari masyarakat Saronggi,” katanya.
Lebih lanjut, Awi sapaan akrabnya mengatakan, untuk pemerataan vaksinasi dosis 1 dan 2 dengan vaksin Sinovac dan AstraZeneca tersebut akan dilakukan setiap hari dimulai pukul 08:00 WIB-11:30 WIB secara door to door di Desa Saronggi.
“Sebagai kepala desa Saronggi, saya menghimbau kepada masyarakat yg belum tervaksin segera vaksin, kàrena vaksin aman dan halal serta jangan lupa tetap mngikuti prokes dengan salah satunya memakai masker,” imbuhnya.
Disisi lain, Hj. Tri Wahyuni Siyantatik menjelaskan, capaian vaksinasi sesuai target pemerintah harus dukung, terutama masyarakat yang mau melakukan vaksinasi.
“Kita tahu varian baru virus corona yang semakin bahaya. Dengan melakukan vaksinasi tentu itu akan membantu pemerintah dalam upaya memutus mata rantai COVID-19 apalagi saat ini menjelang tahun baru,” terangnya.
Ia menambahkan, lonjakan COVID bisa saja terjadi jika masyarakat tidak taat prokes dan tidak melakukan vaksinasi dalam tahun baru ini.
“Berharap COVID-19 tidak terjadi lonjakan dan masyarakat harus waspada dengan menerapkan prokes yang ketat yakni mematuhi 5M sehingga tahun depan kita dapat beraktifmvitas normal kemabali,” harapnya.
Sementara itu, Zainal, salah satu warga Saronggi menambahkan, dirinya divaksin atas kemauannya sendiri bukan karena paksaan dari siapapun karena pihaknya tau bahayanya Corona.
“Saya memang belum vaksin karena waktu itu tekanan darah saya tinggi 190. Tapi sekarang saya mencoba lagi Alhamdulillah normal 120 dan sekarang saya sudah bervaksin dosis satu. Karena ini merupakan bentuk ikhtiar untuk meningkatkan kekebalan tubuh saya,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Ma’ani, yang juga sebagai tokoh Masyarakat setempat menuturkan, pihaknya mengajak semua masyarakat Saronggi untuk divaksin demi menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh, karena COVID-19 itu penyakit yang mematikan.
“Kepada semua masyarakat saronggi yang bervaksin saya akan bantu sembako, beras, mie instan dll. Ayo kita menjaga kesehatan tubuh kita, jangan percaya berita hoax yang tidak jelas,” imbaunya.
Menurut keterangan Kepala Desa Saronggi, perangkat desa tidak hadir membantu dalam kegiatan ini, beberapa kali pihaknya sudah mengimbau kepada perangkat desa untuk membantu percepatan vaksinasi yang merupakan program pemerintah, tapi selalu mengabaikan. (Sufriadi)





