Wartawan Karawang bernama Nina dan Damanhuri pada Senin 7 Maret 2022 menjadi korban penganiayaan dari oknum aparat desa Waluya bersama preman bayaran saat melaksanakan konfirmasi terkait dugaan pungli Bansos BPNT di Desa Waluya.
Menurut salah satu korban, Damanhuri saat itu ia bersama wartawan Nina dan suaminya sedang mengkonfirmasi warga di salah satu warung terkait dugaan pungli Bansos BPNT. Namun tak diduga saat mengkonfirmasi warga, datang sekitar 20 orang yang terdiri dari oknum aparat desa Waluya dengan preman bayaran.
“Saat kami konfirmasi warga, datang sekitar 20 orang, saya tau ada oknum aparat desa Waluya dan preman. Saat itu kami sedang di warung warga di Rt 03/01 Dusun Pangasinan Desa Waluya untuk meminta keterangan terkait pungli BPNT,” ujar Damanhuri kepada dutapublik.com, Senin (7/3).
“Lalu 20 orang itu menganiaya saya bersama Nina dan suaminya,” ujarnya.
Saat ini ketiga korban dibawa ke RS Proklamasi Rengasdengklok untuk ditangani sebagai akibat dari pidana penganiayaan oknum aparat desa Waluya dan preman bayaran yang diduga disuruh Kades Waluya. (uya)





