Bambang Mujiarto Gelar Reses Ke-2 Di Kabupaten Cirebon

839

dutapublik.com, CIREBON – Anggota DPRD Komisi II Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDIP Bambang Mujiarto, melaksanakan Reses Ke-2 guna menyerap berbagai macam persoalan yang ada di tengah masyarakat Kabupaten Cirebon, pada Sabtu (12/3).

Bambang didampingi oleh Ketua PAC Makyani, Sekretaris Marfu dan Kuwu Rudiyanto, selaku Kepala Desa Orimalang Kecamatan Jamblang Kabupaten Cirebon.

Sebagai bentuk rasa tanggung jawab, sebagai DPRD Provinsi dari Fraks PDIP sekaligus sebagia Anggota Badan Anggaran (Banggar), Bambang mengartikulasikan apa yang dimaksud dengan Reses.

“Reses dalam bahasa Cirebon adalah Menampung atau Tampung. Yang inti tujuannya ingin menampung aspirasi Masyarakat dengan berbagai usulan dan persoalan yang ada pada masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga:  Usai Sidang Paripurna Bupati Dan DPRD Blora Tandatangani Nota Kesepakatan KUA Dan PPAS TA.2023

Ditegaskannya, mengingat dengan adanya berbagai persoalan, maka Ia selaku Anggota Dewan sangat penting untuk melakukan Reses guna menyerap aspirasi yang ada dari mulai persoalan Infrastruktur, Ekonomi, Kesehatan, Pertanian juga tentang Usaha Kecil Menengah (UMKM).

“InsyaAllah akan kami serap dan bisa terealisasi,” tegasnya.

Pada sesi tanya jawab, Bambang menyampaikan, bahwa di masa Pandemi COVID-19 terjadi berbagai persoalan yang sangat krusial.

“Dari mulai menurunnya pendapatan masyarakat yang berdampak pada Pendapatan Asli Daerah,” ungkapnya.

Dikatakan Bambang, dari hasil Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat, saat ini jumlah penduduk hampir mencapai 50 juta jiwa.

“Kalau dilihat dengan luas tanah/sawah yang masih ada sudah tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan pangan dari sektor pertanian. Untuk itu pemerintah Provinsi Jawa Barat harus melakukan terobosan-terobosan guna mencukupi pasokan Beras dan sektor lainnya harus bekerja sama dengan Provinsi lain,” bebernya.

Baca Juga:  DPRD Kabupaten Karawang Gelar Rapat Paripurna

Pada akhir pembicaraanya, Bambang menjelaskan, kenapa sering terjadi kelangkaan seperti Minyak Goreng, bahan pokok Tahu Tempe dan lainnya.

“Karena masih adanya ketergantungan pada pihak lain. Untuk Itu mari kita bersama menata kemandirian ekonomi melalui UMKM. Syukur Alhamdulillah di masa kepemimpinan Presiden Jokowi sudah banyak kebijakan yang berpihak kepada Rakyat dengan dibuktikan beberapa Perusahaan Asing yang sudah diambil alih menjadi milik pemerintah,” pungkasnya. (Suhartono)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *