dutapublik.com, BLORA – Pada Rabu (27/4), tim awak media melakukan liputan langsung peninggalan 5 masa peradaban dunia yang ada di Desa Kapuan Kecamatan Cepu Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah.
Sekitar pukul 21.00 WIB, tim media berkunjung ke rumah salah satu warga Kapuan yang berdomisili di RT. 004 RW. 002 Desa Kapuan, yakni Joko Purnomo.
Joko Purnomo, kepada tim mengatakan, bahwasannya di Desa Kapuan masih ada peninggalan dari 5 peradaban atau periode, seperti di negara lain juga ada, diantaranya Periode Pra Sejarah, Periode Klasik Hindu Budha, Periode Kerajaan. Periode Penyebaran Islam dan eriode Kolonial.
Yang pertama, adalah periode Pra Sejarah. Di mana di Desa Kapuan pada tahun 2019 telah ditemukan Fosil Purbakala yang berbentuk tulang Gajah, yang kemudian langsung diobservasi oleh tim dari BPSMP (Balai Pelestari Situs Manusia Purba) Sangiran.
Kemudian yang kedua, sebelum itu, Joko Purnomo juga menemukan peninggalan periode Klasik Hindu Budha, berupa alat perkakas dan alat tukar di saat itu.
Sedangkan yang ketiga, pada saat membangun pagar kebun, Joko Purnomo menemukan peninggalan periode Kerajaan yang berbentuk Keris dan Pusaka sejenisnya.
Memasuki peninggalan yang keempat adalah Periode Penyebaran Agama Islam yang dilakukan oleh Mbah Yai Hasan Umar dan Mbah Yai Maksum, dengan kitab-kitabnya yang digunakan saat itu.
Sedangkan yang kelima, Periode Kolonial, dengan masih adanya Stasiun Kapuan dan Kilang Minyak yang saat itu dibuat oleh Nederlandche Koloniale Petrolium Maatschappij (NKPM) dan masih ada hingga saat ini.
Joko Purnomo menambahkan, semua peninggalan tersebut juga didapat dari kesadaran warga sekitar yang di kumpulkan mulai dari tahun 2018 sampai sekarang.
“Sedangkan alat tukar masa klasik, di temukan di sekitar areal persawahan kilet Desa Kapuan dan untuk peninggalan kitab-kitab karya Mbah Yai Maksum, masih di simpan dengan baik, di rumah pak Masrup, mudin Balun,” pungkasnya.
Suryono, selaku Ketua Pasukan Adat Nusantara Indonesia (PANI) DPD I Provinsi Jawa Tengah yang saat itu ikut berkunjung dan memegang salah satu benda mirip seperti golok, mengatakan, “Ini mirip seperti pusaka yang digunakan oleh tokoh ponokawan ya kang,” tanyanya.
Joko Purnomo langsung menjawab, “Iya betul, memang seperti pusaka yang dibawa oleh tokoh wayang ponokawan dan memang ada senjata seperti itu, ketika memasuki periode Kerajaan, berubah bentuk menjadi Keris dan lain sebagainya,” jawabnya. (Ysn)





