Kakon Kanyangan Lakukan Kekerasan Verbal: Wartawan Tanggamus Diancam Tidak Akan Dapat Rokok Jika Memberitakan Kasus Pekon

928

dutapublik.com, TANGGAMUS – Berani berbuat harus berani tanggungjawab. Itulah akibat dari ucapan Syafi’i selaku Kepala Pekon Kanyangan Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung yang dianggap merendahkan profesi wartawan. Jika kata-kata yang dilontarkan itu tanpa sengaja seharusnya Syafi’i secara ksatria berani untuk meminta maaf di depan umum.

“Lontaran kata-kata Syafi’i kini mulai menggelinding menjadi bola panas karena telah menimbulkan ketersinggungan khususnya para jurnalis yang ada di wilayah Kabupaten Tanggamus,” kata RD salah satu korban pelecehan verbal Syafi’i, Selasa (31/5).

Kata RD, Syafi’i seperti memadang sebelah mata profesi wartawan dengan berdalih memberi nasehat kepada saudara, lalu atas dasar apa ucapan tersebut ditujukan terhadap dua Jurnalis yang sedang berjalan melintas di depan para Kakon dan Camat yang sedang berkumpul.

“Seharusnya seorang pejabat publik lebih paham untuk berkata santun dalam beretika kalau cuma hanya untuk memberi nasehat apakah etis kata-kata tersebut dilontarkan di depan orang banyak atau di muka umum,” jelasnya.

“Sikap yang ditunjukan Syafi’i itu sudah jelas mencerminkan dirinya tak beretika. Seperti tidak pernah duduk di bangku sekolah. Harusnya dia bisa menjaga perasaan orang lain, jangan sampai orang itu disamaratakan tidak mentang-mentang Kakon, Kakon itu cuma 5 tahun,” ucap RD dengan nada kesal karena merasa dipermalukan di depan banyak orang atas perkataan Syafi’i.

Menurut RD, kalau benar Kakon Syafi’i menganggapnya sebagai saudara, tentu tidak seharusnya memberi nasehat di depan Kakon dan Camat, itu sama halnya ia mempermalukannya di depan banyak orang seperti kejadian Senin kemarin.

“Sebagai orang timur ada tata krama semestinya ia bisa berkata lebih bijak lagi. Tidak mempermalukan dan merendahkan orang di depan orang banyak dengan perkataan seperti yang dilontarkannya di depan para Kepala Pekon dan Camat yang sedang berkumpul,” tegasnya.

“Saran sebatas saudara, tidak seperti itu caranya. Syafi’i itu seorang Kakon, tentu berpendidikan karena pemimpin itu harus jadi panutan. Harusnya lebih elegan, tidak seperti di pasar. Sikap itu mencerminkan kualitas dirinya,” tandas RD.

Diketahui perkataan terkesan merendahkan dari Kakon Kanyangan itu berawal saat RD dan rekannya hendak pulang dan melewati sejumlah Kakon serta Camat Kotaagung Barat yang sedang kongkow di kantor Kecamatan setempat.

Saat melintas tiba-tiba Syafi’i Kakon Kanyangan melontarkan perkataan yang kurang menyenangkan tanpa sebab.

Syafi’i mengatakan dengan kalimat yang menyerang secara verbal “Kalian wartawan itu baik-baik saja kalau ke Kantor-kantor Pekon, kalau baik-baik kan rokoknya keluar, kalau cari-cari masalah gak dapat rokok.”

RD, menambahkan bahwa Syafi’ pun menyinggung persoalannya dengan wartawan lain di masa lalu, dengan melontarkan kata-kata tak pantas, bahkan sang Kakon mengaku tak takut pada wartawan.

“Saya ga takut dengan wartawan, J aja dulu ku tantang saat dia cari masalah dengan saya, ga berani dia, saya taruhin peler saya kalau dia berani,” kata RD kembali menirukan perkataan Safi’i layaknya seorang jagoan.

Hal tersebut dibenarkan oleh rekan RD berinisial HR yang juga seorang wartawan, saat itu juga ikut bersama RD menyaksikan perkataan oknum Kepala Pekon tersebut.

“Ya benar, Kakon Kanyangan itu ngomong seperti yang disampaikan RD, ga tau kenapa kok Pak Kakon itu tiba-tiba ngomongnya jangan cari-cari masalah, sedangkan kami berdua ga seperti itu,” kata HR. (Sarip)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *