dutapublik.com, TANGGAMUS – Dua wartawan merasa direndahkan oleh Oknum Kepala Pekon saat berada di area Kantor Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Senin (30/5).
Diketahui, Oknum Kepala Pekon tersebut bernama Safi’i selaku Kepala Pekon Kanyangan, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus.
Menurut salah satu wartawan berinisial RS, dirinya bersama rekannya sedang berada di area kantor Camat Kotaagung Barat, saat itu ada kegiatan perkumpulan sejumlah kakon di kantor camat tersebut.
Saat RD dan rekannya hendak pulang dan melewati sejumlah Kakon serta Camat Kota Agung Barat yang sedang duduk-duduk, tiba-tiba Safi’i melontarkan kata-kata yang kurang menyenangkan tanpa sebab.
“Kalian wartawan itu baik-baik saja kalau ke Kantor-kantor Pekon, kalau baik-baik kan rokoknya keluar, kalau cari-cari masalah gak dapat rokok,” ungkap RD menirukan perkataan Safi’i selaku Kakon Kanyangan.
RD menjelaskan, oknum kakon tersebut telah merendahkannya dan profesi jurnalis, sebab perkataan sang kakon dilontarkan di depan orang banyak, apalagi di depan banyak Kakon dan Camat.
“Emang saya ini apa, saya kalau ke kantor pekon bukan mau minta rokok mereka, wajar dong kalau kita akan konfirmasi datang ke kantor pekon, dan kita juga saat konfirmasi berlaku sopan kok” jelas RD.
Selain itu, lanjut RD, Safi’i juga menyinggung persoalannya dengan wartawan lain di masa lalu, Safi’i melontarkan kata-kata tak pantas, bahkan sang Kakon mengaku tak takut pada wartawan.
“Saya gak takut dengan wartawan, J aja dulu ku tantang saat dia cari masalah dengan saya, gak berani dia, saya taruhin peler saya kalau dia berani,” kata RD kembali menirukan perkataan Safi’i.
Hal tersebut dibenarkan oleh rekan RD berinisial HR yang juga seorang wartawan, saat itu juga ikut bersama RD menyaksikan perkataan oknum Kepala Pekon tersebut.
“Ya benar, Kakon Kanyangan itu ngomong seperti yang disampaikan RD, gak tau kenapa kok Pak Kakon itu tiba-tiba ngomongnya jangan cari-cari masalah, sedangkan kami berdua gak seperti itu,” kata HR.
HR menjelaskan, dirinya juga aneh dan merasa dipermalukan oleh oknum Kepala Pekon tersebut, sebab seolah-olah sang Kakon merendahkan profesi jurnalis.
“Emangnya wartawan ke kantor-kantor pekon itu mau minta rokok apa, dan kami juga gak cari-cari masalah kok,” pungkas HR.
Sementara Kakon Kanyangan Safei,i saat menghubungi Kabiro media dutapublik.com, melalui sambungan telepon selular mengatakan ia tidak ada niatan untuk merendahkan wartawanÂ
“Kata-kata yang saya sampaikan sebagai nasehat saya sama saudara karena saya sangat kenal. Kenapa saya bilang hanya nasehat saya cuma bilang, kalian kalau datang ke balai Pekon baik-baik dan lagi pula mendingan memuji ketimbang mencela kita manusia gak ada yang sempurna kalau kita memuji mudah-mudahan dapat rokok tapi kalau dicela udah gak mungkin Kepala Pekon mau ngasih rokok,” terangnya.
Safei,i melanjutkan selaku Kepala Pekon menganggap media sebagi mitra rampa media dan wartawan mana mungkin kegiatan-kegiatan bisa dipublikasikan tanpa wartawan jadi mana mungkin ia mau merendahkan wartawan
” Iya yang jelas saya tidak merendahkan wartawan itu saya anggap sebagai nasehat saya sama saudara kalau wartawan datang di kantor Pekon baik-baik memuji Kepala Pekon juga gak sungkan-sungkan juga beliin rokok,” tuturnya. (Sarip)



